Benda

Ibeks, kambing hutan, kambing gunung

Hewan dalam Alkitab

Ibeks Nubia adalah kambing hutan yang cukup besar; yang dewasa tingginya sekitar sembilan puluh sentimeter (3 kaki) sampai ke bahu. Warnanya keabu-abuan hampir sepanjang tahun, tetapi menjadi lebih cokelat pada musim dingin. Yang jantan memiliki tanduk tebal dan panjang, lebih dari 130 sentimeter (4 kaki), yang melengkung ke belakang membentuk setengah lingkaran. Tanduk yang betina jauh lebih ramping dan pendek, panjangnya hanya sekitar 40 sentimeter (15 inci). Hanya beberapa sentimeter terakhir dari tanduknya yang licin; selebihnya berlingkar-lingkar dengan gerigi. Ibeks hidup dalam kawanan kecil di pegunungan dan lebih menyukai tebing dan tonjolan batu karang, tempat mereka hidup dari semak-semak yang tumbuh di tepian batu. Daging ibeks lebih lembap dan lebih empuk daripada daging kijang atau rusa, dan selama berabad-abad ibeks menjadi binatang buruan kegemaran.

“Gunung batu Kambing Hutan” yang disebut dalam mungkin adalah daerah berbatu di sekitar kolam-kolam dan aliran-aliran air Nahal Arugot dekat En-Gedi. Daerah itu telah dinyatakan sebagai cagar alam, dan ibeks serta binatang-binatang asli lainnya dilindungi di sana. Nama En-Gedi sendiri, yang berarti “Oasis Anak Kambing” atau “Mata Air Anak Kambing”, mungkin menunjuk kepada ibeks muda.

Gambar

Ibeks
IbeksCC0, Pixabay

Dalam Alkitab

Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai

אַקּוֹ ’aqo · 1 ayat
יָעֵל, יַעֲלָה ya‘el, ya‘alah · 4 ayat

Maknanya

Ibeks sangat erat dikaitkan dengan pegunungan tinggi yang terpencil, dan dalam kebudayaan Ibrani maupun Arab ibeks dipandang sebagai binatang yang paling jauh terpencil dari semua binatang (bandingkan ). Mungkin inilah sebabnya begitu banyak terjemahan bahasa Inggris menerjemahkan ya‘el sebagai “mountain goat” (kambing gunung). Walaupun tidak disebut dalam Alkitab, ibeks juga dikenal karena langkahnya yang mantap di tepian-tepian batu.

Akan tetapi, bagi kedua kebudayaan yang disebut di atas, ibeks betina merupakan lambang keanggunan dan keindahan: keanggunan dikaitkan dengan keseimbangan sempurna ibeks ketika berdiri, berjalan, dan melompat di dinding-dinding tebing, sedangkan keindahan mungkin dikaitkan dengan matanya yang besar dan mirip mata manusia. Dalam bahasa Inggris dan banyak kebudayaan lain, hal ini menimbulkan masalah dalam , karena dalam kebudayaan-kebudayaan ini kambing bukanlah lambang keindahan yang positif. Dalam beberapa kebudayaan Tibet-Burma, kambing liar serow dipandang sebagai binatang yang paling buruk rupanya. Dalam bahasa-bahasa ini, menyebut seorang perempuan “kambing hutan” merupakan penghinaan. Inilah sebabnya versi-versi bahasa Inggris memakai “doe” (rusa betina) dan bukan “wild goat” (kambing hutan).

Lebih lanjut

Kambing hutan yang terdapat di tanah Israel adalah Ibeks Nubia Capra ibex nubiana. Binatang ini sudah ada di pegunungan wilayah ini sejak dahulu kala, dan sampai belum lama berselang merupakan binatang yang sangat umum. Dahulu ibeks terdapat, dan sampai taraf tertentu masih terdapat, di bagian-bagian pegunungan Israel, Semenanjung Sinai, Arab, dan Mesir. Spesies yang berkerabat dekat, Capra walie, terdapat di Etiopia dan Eritrea.

Akan tetapi, ibeks adalah satu-satunya jenis kambing hutan yang sekarang terdapat di Israel. Satu jenis lain pernah hidup di sana, tetapi lenyap pada Zaman Batu, lama sebelum zaman Abraham. Baik ya‘el maupun ’aqo adalah nama Ibrani untuk binatang ini. Karena itu, versi-versi seperti RSV, NIV, NEB, dan REB, yang mencantumkan dua jenis kambing hutan dalam daftar binatang yang tahir dalam , mungkin tidak tepat.

Untuk pembahasan yang lebih lengkap, lihat 2.1 Binatang yang tahir.

Seperti telah disebut di atas, ada banyak kebudayaan yang menganggap sebutan “kambing hutan” bagi seorang perempuan sebagai penghinaan dan bukan pujian. Bila demikian halnya, perlu dicari kiasan binatang lain yang lebih cocok, yang menyatakan keanggunan dan dapat berfungsi sebagai ungkapan sejajar untuk “rusa”.

: Pemakaian dua kata untuk kambing hutan dalam daftar binatang yang tahir ini sebaiknya dihindari. Akan tetapi, dianjurkan agar ’aqo (yaitu nama ketujuh dalam daftar itu) diterjemahkan “ibeks” atau “kambing hutan”.

Lainnya dalam Mamalia

Sumber

Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema