Anjing
Hewan dalam Alkitab
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
כֶּלֶב kelev · 31 ayat
κύων kuōn · 9 ayat
κυνάριον kunarion · 4 ayat
Maknanya
Seperti disebutkan di atas, anjing dipandang hina sebagai hewan haram. Karena itu, menyebut seseorang anjing sangat merendahkan, dan menyebut seseorang “anjing mati” lebih merendahkan lagi. Orang Israel memandang anjing sebagai hewan haram nomor dua sesudah babi. Sebagai pemakan sisa-sisa di sekitar desa, anjing memakan apa saja, mulai dari sampah rumah tangga sampai bangkai hewan dan kotoran manusia. Anjing bahkan memakan mayat manusia yang tidak dikuburkan sesudah pertempuran. Selain itu, anjing mungkin merupakan salah satu lambang dewa Mesir Anubis (walaupun banyak ahli modern berpendapat bahwa lambang itu adalah jakal).
Dengan memperhatikan semua hal di atas, dapat dimengerti bahwa mati lalu dimakan anjing yang haram dipandang sebagai nasib terburuk dari segala nasib.
Pada abad pertama Masehi orang dari bangsa-bangsa lain dianggap najis dan disebut oleh orang Yahudi dengan sebutan yang merendahkan, “anjing”. Karena itu, ada ironi yang tajam dalam ungkapan di , tempat orang-orang Kristen yang mendesakkan adat Yahudi disebut “anjing-anjing”.
Satu konotasi tambahan yang dikaitkan dengan anjing dalam Alkitab adalah penyimpangan seksual dan pergaulan bebas, konotasi yang mungkin timbul dari kenyataan bahwa anjing jantan yang sedang berahi tidak selalu membedakan jenis kelamin ketika mencari pasangan, dan kenyataan bahwa anjing jantan maupun betina berulang kali kawin dengan pasangan yang berbeda-beda.
Lebih lanjut
Anjing dijinakkan sangat awal dan dipakai untuk berburu dan sebagai anjing penjaga di dunia kuno. Di Mesir, sejak tahun 4000 sM, orang membuat patung-patung tembikar yang menunjukkan bahwa telah dibiakkan anjing pemburu yang ramping dan cepat, mirip greyhound modern. Dari pahatan Babel kita tahu bahwa sekitar tahun 2500 sM anjing pemburu besar yang mirip bull-mastiff modern dipelihara oleh orang-orang dalam peradaban Mesopotamia.
Namun, di antara orang Yahudi, walaupun anjing dipelihara terutama sebagai anjing penjaga, anjing dipandang hina dan dibiarkan mencari makan sendiri dengan memakan sisa-sisa dan bangkai. Kebiasaan ini dan kenyataan bahwa anjing mungkin dikaitkan dengan beberapa dewa Mesir membuat anjing dipandang sebagai hewan yang sangat haram oleh orang Yahudi. Anjing yang terdapat di permukiman Yahudi pada zaman Alkitab mungkin adalah anjing paria Canis familiaris putiatini, yang tampak agak mirip anjing Alsatian atau gembala Jerman yang kecil dan berwarna cokelat muda. Anjing jenis ini, dalam bentuk liar maupun peliharaan, terdapat di seluruh Timur Tengah dan di pesisir daratan Asia Selatan dan Asia Tenggara (tempat anjing ini dikenal sebagai anjing pemakan kepiting). Dingo Australia juga sangat mirip.
Anjing kecil kesayangan dipelihara di rumah-rumah dalam peradaban Yunani dan Romawi oleh orang dari bangsa-bangsa lain, tetapi tidak oleh orang Yahudi. Mungkin inilah jenis anjing yang dimaksud dengan kata Yunani kunarion dalam dan .
Lainnya dalam Mamalia
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema
