Benda

Hemlok beracun (henbane hitam, empedu)

Tumbuhan dalam Alkitab

Hemlok beracun dapat mencapai tinggi 1,5–2,5 meter (5–8 kaki). Batangnya hijau dan licin dengan garis-garis ungu atau merah di bagian bawah. Daunnya berenda seperti daun wortel dan panjangnya sampai setengah meter (2 kaki), dan bunga-bunganya putih kecil tersusun dalam bentuk payung-payung kecil. Orang sering mengira tumbuhan ini peterseli atau wortel liar. Akarnya gemuk dan mirip akar parsnip Eropa. Daun dan akarnya mengeluarkan bau pahit.

Henbane yang berumur dua tahun memiliki berbagai bentuk, tetapi umumnya tumbuh setinggi satu meter (3 kaki) atau lebih, termasuk bunganya. Batangnya tegak dan bercabang, dengan bunga-bunga putih dalam kepala berbentuk payung. Daunnya yang hijau kelabu dan berbentuk telur berujung runcing, panjangnya dapat mencapai 30 sentimeter (1 kaki), dan ditutupi bulu-bulu lengket.

Hemlok beracun digunakan sebagai obat penenang pada zaman kuno oleh tabib-tabib Yunani maupun Arab, tetapi penggunaannya berisiko karena takaran yang berlebihan dapat mematikan atau menyebabkan hilangnya kemampuan berbicara atau kelumpuhan. Henbane (artinya “pembunuh ayam”) digunakan dalam pengobatan oleh orang Yunani untuk membuat orang tidur dan untuk meredakan rasa sakit. Orang Eropa menggunakannya pada Abad Pertengahan, dan ada karya-karya pengobatan Anglo-Saxon dari abad kesebelas yang menyebutnya dengan nama “henbell”. Racun yang diperoleh dari hemlok disebut “konina”.

Gambar

Henbane hitam
Henbane hitamFranz E. Koehler, Public domain, via Wikimedia Commons
Hemlok beracun
Hemlok beracunFranz E. Koehler, Public domain, via Wikimedia Commons

Dalam Alkitab

Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai

רֹאשׁ, רוֹשׁ ro’sh, rosh · 10 ayat
χολή cholē · 2 ayat
Lebih lanjut

Zohary mengemukakan bahwa kata Ibrani ro’sh /rosh mungkin pada mulanya merupakan nama satu tumbuhan beracun tertentu, kemudian maknanya diperluas sehingga mencakup banyak jenis tumbuhan yang menghasilkan racun. Ro’sh /rosh sering diterjemahkan “racun” dan bisa saja mengacu pada racun konina, yang diperoleh dari hemlok beracun Conium maculatum. Tumbuhan ini termasuk suku wortel dan tidak berhubungan dengan pohon hijau abadi yang bernama sama. Menurut Hepper, kata ro’sh dalam (“seperti pohon upas di alur-alur ladang”) mungkin tidak mengacu pada hemlok, karena hemlok biasanya tidak tumbuh di tanah yang digarap. Menurutnya, perikop ini lebih mungkin mengacu pada henbane berurat Hyoscyamus reticulatus. Dari sepuluh penyebutan ro’sh /rosh dalam Perjanjian Lama, lima diterjemahkan dengan kata Yunani cholē (“empedu”) dalam Septuaginta. Hal ini menunjukkan bahwa ro’sh/rosh dipahami sebagai kata umum yang mengacu pada zat yang pahit dan beracun, yang tidak harus berasal dari tumbuhan. Ro’sh yang disebut dalam berasal dari ular, dan cholē dalam kitab Tobit berasal dari ikan ( , ; , , ).

Menurut , Yesus diberi “anggur bercampur mur” sesaat sebelum Ia disalibkan, mungkin oleh para pengikut-Nya, sebagai obat penenang. Matius, yang hendak menarik kesejajaran dengan a (“mereka memberi aku makan racun [cholē dalam Septuaginta]”), menulis “mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu” (), dengan memakai kata Yunani umum cholē untuk empedu/racun, sehingga menekankan kehinaan yang ditanggung Juruselamat.

Lainnya dalam Tumbuhan berguna lainnya

Sumber

Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema