Kaper (semak kaper, buah kaper)
Tumbuhan dalam Alkitab
Di tempat terbuka semak kaper dapat tumbuh sebagai semak setinggi satu meter (3 kaki), tetapi lebih sering semak ini didapati menjalar di atas batu-batu dan tembok-tembok yang runtuh, dan bergantung di tebing-tebing serta celah-celah tembok luar. Bunganya indah, dengan tiga kelopak putih keunguan dan banyak benang sari ungu yang panjang dan melengkung. Daunnya bulat dan berwarna hijau keabu-abuan. Bunganya mekar pada sore hari dan layu pada pagi berikutnya, dan akhirnya menghasilkan tangkai dengan buah buni yang berisi banyak biji.
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
אֲבִיּוֹנָה ’aviyonah · 1 ayat
Maknanya
Orang di Timur Tengah dan di banyak tempat lain merendam kuncup kaper dalam cuka dan memakannya bersama daging. Proses ini, yang disebut “pengacaran” (pickling), sudah dilakukan sebelum zaman Kristus di Israel, Mesir, dan Arab. Orang Timur Tengah juga memakan buah semak kaper, yang juga pedas. Kini kuncup kaper yang diacar populer di seluruh Eropa, terutama di Prancis. Para penulis Yunani kuno sering menyebut kaper. Kaper dipakai untuk menghilangkan gas di perut.
Lebih lanjut
Dalam gambaran yang indah tentang usia tua dalam Pengkhotbah 12, serangkaian kiasan diikuti oleh anak kalimat “nafsu makan [’aviyonah dalam bahasa Ibrani] tak dapat dibangkitkan lagi.” Kata ’aviyonah hanya muncul sekali di dalam Alkitab, sehingga artinya banyak diperdebatkan. Para penerjemah Septuaginta mengambil arti pertama kata itu dan menerjemahkannya “buah kaper,” yaitu kuncup berasa pedas dari semak kecil (Capparis spinosa) yang umum di Timur Tengah. Terjemahan Suryani dan Vulgata memakai terjemahan yang sama, demikian pula NAB dan GECL. GW, JB, dan NJPSV serupa dengan “semak kaper,” demikian pula NEB dan REB dengan “kuncup kaper.” La Nouvelle Bible Segond dan La Sainte Bible: Version Synodale hanya mengatakan “kaper,” dan FRCL memakai istilah umum “rempah-rempah.”
Pada zaman kuno orang Yahudi dan orang lain memakai buah kaper, dan terutama kuncup semak itu yang diacar, untuk menambah nafsu makan, dan kata-kata yang berarti “keinginan” yang terdapat dalam kamus-kamus bahasa Yunani dan Ibrani tampaknya didasarkan pada hubungan antara kaper dan keinginan. Pada Abad Pertengahan orang Eropa menganggap buah kaper sebagai perangsang berahi; Moldenke tidak menemukan bukti bahwa buah itu dipakai demikian pada zaman kuno.
Sejumlah ahli botani terkemuka yakin bahwa kata Ibrani ’ezov dalam kitab-kitab Taurat tidak mengacu pada tanaman hisop (demikian Septuaginta) atau bahkan marjoram (“hisop Suriah”), tetapi pada semak kaper, yang tumbuh di Mesir dan di padang gurun Sinai, tempat bangsa Israel diperintahkan memakainya untuk upacara Paskah. Semak ini juga tumbuh di celah-celah tembok kota, sesuai dengan gambaran pengetahuan Salomo tentang tumbuh-tumbuhan dalam (4.33). Bahkan ada yang mengatakan bahwa sebatang tangkai semak kaper cukup panjang untuk sesuai dengan rujukan dalam (hussōpos dalam bahasa Yunani), ketika para prajurit mengunjukkan bunga karang ke mulut Yesus pada sebatang tangkai. Akan tetapi, Zohary dan ahli-ahli lain, berdasarkan asal-usul kata, berpendapat bahwa kata ’ezov dan hussōpos kemungkinan besar mengacu pada tanaman marjoram. Saya setuju. Lihat juga pembahasan kata-kata ini di bawah 5.2.4 Marjoram.
Lainnya dalam Bumbu
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema



