Pohon dan semak liar
Tumbuhan dalam Alkitab
Lebih lanjut
Kata Ibrani ya‘ar (“hutan”) muncul sekitar enam puluh kali dalam Perjanjian Lama (termasuk kitab-kitab Deuterokanonika), yang menunjukkan bahwa pada zaman kuno pepohonan berlimpah di Israel kuno. Para ahli botani membedakan “hutan” (pertumbuhan yang lebat) dan “hutan terbuka” (pertumbuhan yang kurang lebat). Hepper menyatakan bahwa Libanon mungkin memiliki hutan yang sesungguhnya, sedangkan Tanah Suci memiliki “hutan terbuka” atau “hutan jarang”, kecuali rumpun pohon tamariska dan hawar yang lebat yang dalam Kitab Yeremia disebut “hutan belukar sungai Yordan”. Hutan pohon ek yang luas dahulu menutupi Dataran Saron, sedangkan di pegunungan pohon sanobar, pinus, cemara, dan juniper Yunani tumbuh dengan subur. Pohon dan semak lain di hutan dataran tinggi adalah aras, cemara, sanobar, ivy, laurel, laurustinus, murad, ek, pinus, dan kayu harum. Beberapa pohon tumbuh subur di dekat sungai, yaitu pohon platanus, oleander, hawar, elm, dan willow.
Sepanjang berabad-abad pepohonan telah terlibat dalam tarik-menarik dengan berbagai kekuatan. Kebakaran alami telah memakan korban, tetapi musuh terbesar adalah manusia. Manusia secara sistematis menebang hutan untuk kayu bakar, kayu bangunan, dan pembuatan kapur serta arang, sampai awal abad kedua puluh, ketika orang Turki menghabisi pohon-pohon ek dengan membakarnya sebagai bahan bakar kereta api mereka dan dengan mengenakan pajak atas pohon, sehingga orang menebang pohon-pohon mereka untuk menghindari pajak itu!
Sesekali pepohonan melawan balik. Di Dataran Saron, setelah pohon-pohon ek kermes yang asli ditebang pada masa Arab (800–1400 M), pohon-pohon ek Tabor menggantikannya. Sisa-sisa tempat pemerasan anggur atau tempat pemerasan minyak yang kini berdiri di tengah hutan memberi tahu kita bahwa sekali-sekali Alam memenangkan pertempuran. Tetapi hutan dan hutan terbuka kalah dalam perang melawan pertanian dan peternakan. Domba dan kambing cukup efektif mencegah tumbuhnya kembali pepohonan. Jumlah penduduk yang terus bertambah menuntut lahan pertanian yang makin luas. Pupuk kimia membuat proses regenerasi yang panjang itu bahkan tidak mungkin dimulai. Hanya berkat dibentuknya cagar alam di sana-sini kita mengetahui bagaimana kira-kira rupa hutan dan hutan terbuka di Tanah Suci berabad-abad yang lalu.
Muncul hampir lima kali lebih sering daripada ya‘ar (“hutan”), kata Ibrani midbar (“padang gurun” atau “gurun”) muncul lebih dari 270 kali dalam Perjanjian Lama. Sebagian besar rujukan ini terdapat dalam Pentateukh, tempat kisah “pengalaman di padang gurun” orang Israel terungkap. Rujukan-rujukan kemudian kepada midbar sering mengingatkan pada keluaran yang besar dari Mesir dan pengembaraan keturunan Yakub di Sinai. Selama tahun-tahun yang panjang itu mereka menjadi akrab dengan banyak spesies gurun yang kini tercatat bagi kita di dalam Alkitab, spesies seperti penaga, arar, semak duri, kurma, juniper, tamariska, pohon tarbantin, dan styrax. Mereka tentu juga mengenal banyak spesies lain yang tidak tercatat dalam Kitab Suci. Setelah penaklukan Kanaan, bagian selatan negeri itu, yang disebut Negev (“kering”), menjadi sinonim dengan “gurun”. Orang Yahudi yang menetap di sana mengenal tumbuh-tumbuhannya dan bergantung padanya.
Dalam bab ini kami membahas dua puluh enam pohon dan semak yang tumbuh di daerah-daerah yang tidak diolah di Tanah Suci. Pohon-pohon hutan, tepi sungai, dan gurun telah disebutkan di atas. Kami juga memasukkan di sini dua pohon lain yang didatangkan dari tempat lain, yaitu kayu arang dari Afrika dan kayu cendana dari India.
Sekurang-kurangnya dalam separuh kasus, para ahli botani sepakat tentang identifikasi pohon-pohon liar itu. Pohon-pohon konifer (pinus, sanobar, cemara, aras) merupakan masalah khusus, dan perdebatan masih berlangsung sampai sekarang. Mengikuti Zohary dan ahli-ahli lain, kami mengusulkan agar kata Ibrani berosh dipahami sebagai kata umum yang mencakup sanobar Kilikia, juniper Yunani, dan cemara. Demikian pula, ada ketidakpastian yang cukup besar tentang pohon-pohon tepi sungai dan tentang styrax.
Dalam kategori ini
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema