Benda

Pohon tamariska

Tumbuhan dalam Alkitab

Tamariska tak berdaun tumbuh hingga setinggi 10 meter (33 kaki) dan pangkal batangnya dapat mencapai garis tengah 1 meter (3 kaki). Tamariska Nil yang lebih umum berukuran lebih kecil dan sebenarnya adalah semak yang bercabang langsung dari tanah. Tamariska tumbuh di tempat-tempat yang sangat kering karena akarnya menjulur jauh ke dalam tanah. Sebatang tamariska di Irak ditemukan memiliki akar yang menjulur sampai 11 meter (36 kaki) di bawah permukaan tanah (Hepper, halaman 53). Kedua spesies ini bertajuk lebar. Batangnya sering terpilin. Cabang-cabangnya yang mirip cabang pohon aras terkulai seperti cabang pohon dedalu. Para gembala Badui telah menanam banyak tamariska di seluruh Negeb untuk kawanan ternak mereka.

Gambar

Pohon tamariska dan pohon sipres
Pohon tamariska dan pohon sipres© Ray Pritz by United Bible Societies
Daun tamariska
Daun tamariska© Forest and Kim Starr, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Dalam Alkitab

Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai

אֶשֶׁל ’eshel · 3 ayat

Maknanya

Kenyataan bahwa Abraham menanam sebatang pohon tamariska dan menyembah TUHAN di sana () menunjukkan bahwa pohon-pohon ini, seperti pohon ek, dikaitkan dengan dunia roh. Menurut Zohary, “kayu aras” yang disebut dalam upacara pentahiran dalam dan mungkin berasal dari pohon tamariska, walaupun pohon juniper Fenisia (yang sangat mirip dengan pohon aras) juga terdapat di beberapa tempat sepanjang perjalanan orang Israel yang mengembara. Setelah dibawa masuk ke bagian barat Amerika Serikat, tamariska berkembang biak begitu cepat di dasar-dasar sungai sehingga kini dianggap sebagai gangguan yang merugikan. Di beberapa tempat tamariska dipakai untuk membuat zat pewarna dan untuk mengolah kulit.

Lebih lanjut

Ada dua spesies utama pohon tamariska yang disebut dalam Alkitab, yaitu tamariska tak berdaun Tamarix aphylla dan tamariska Nil Tamarix nilotica yang jauh lebih umum. Kedua spesies ini terdapat di seluruh dataran dan di wadi-wadi (dasar sungai yang kering) di Araba dan Negeb, tempat akar-akarnya menyerap air yang meresap ke dalam tanah setelah banjir bandang. Tamariska dapat tumbuh di tanah yang asin, sehingga di beberapa tempat dijuluki “aras garam.” Spesies ketiga hanya tumbuh di Lembah Yordan. Tidak satu pun dari spesies ini memiliki daun yang sesungguhnya; yang ada hanyalah ranting-ranting berdaging yang dimakan kambing dan domba. Meskipun namanya mirip, pohon asam (Tamarindus indica) tidak berkerabat dengan tamariska.

Dalam kisah penguburan Saul terdapat ketidaksesuaian antara , yang mengatakan bahwa ia dikuburkan di bawah sebatang ’eshel (“tamarisk” dalam RSV), dan , yang mengatakan bahwa ia dikuburkan di bawah sebatang ’elah (“oak” dalam RSV). Jadi, pohon apakah itu? Mungkin bukan keduanya!

Pada suatu tahap dalam perkembangan bahasa Ibrani, kata ’eshel menjadi istilah umum untuk pohon. Namun, kata ’allon (“pohon ek”) dan ’elah (“pohon tarbantin”) juga berkembang menjadi istilah umum dalam bahasa Ibrani pascaalkitabiah, yaitu ’ilan, yang berarti “pohon,” sehingga mungkin saja pada suatu tahap penyuntingan kitab 1 Tawarikh, ’elah sebagai kata umum menggantikan ’eshel yang lebih awal, yang pada waktu itu mungkin sudah menjadi kata umum pula. Artinya, kedua kata itu mungkin merupakan variasi kedaerahan, variasi gaya bahasa, atau variasi yang sedang populer dari kata umum untuk “pohon.”

Lainnya dalam Pohon dan semak liar

Sumber

Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema