Pohon tarbantin
Tumbuhan dalam Alkitab
Pohon tarbantin tampak seperti pohon ek, tetapi daunnya majemuk menyirip. Tarbantin Atlantik dapat mencapai tinggi 10 meter (33 kaki). Spesies tarbantin Palestina lebih pendek, mencapai 5 meter (17 kaki). Tarbantin lentiskus, atau pohon mastik (getah), adalah semak atau pohon kecil setinggi 1–3 meter (3–10 kaki) yang mengeluarkan damar berbau harum jika batang atau cabangnya dilukai. Damar itu mengering menjadi gumpalan-gumpalan keras, yang kemudian digiling dan dilarutkan dalam minyak zaitun untuk obat, minyak wangi, dupa, pernis, dan perekat.
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
Pohon
אֵלָה, אַלָּה ’elah, ’alah · 16 ayat
אַיִל ’ayil · 4 ayat
אֵלֶם ’elem · 1 ayat
σχῖνος schinos · 1 ayat
τερέμινθος tereminthos · 1 ayat
Buah
בָּטְנִים boten · 1 ayat
Balsam
צֳרִי tsori · 6 ayat
Maknanya
Kedua jenis tarbantin yang lebih besar dihormati oleh orang Israel kuno dan bangsa-bangsa lain. Mereka membangun tempat-tempat pemujaan dan mezbah-mezbah di hutan-hutan tarbantin, dan kadang-kadang menguburkan orang di sana. Damar tarbantin lentiskus sangat dihargai karena khasiat obatnya; itulah sebabnya orang Ismael () dan anak-anak Yakub () membawanya sebagai barang dagangan ke Mesir. memakai cabang-cabang tarbantin yang terbentang lebar sebagai kiasan bagi hikmat.
Lebih lanjut
Kata Ibrani ’elah dan ’alah mengacu pada salah satu dari tiga spesies pohon tarbantin yang disebut dalam Alkitab: 1) tarbantin Atlantik Pistacia atlantica, 2) tarbantin Palestina Pistacia palaestina (atau Pistacia terebinthus), dan 3) tarbantin lentiskus Pistacia lentiscus (atau Pistacia lenticus), yang juga disebut pohon mastik.
Menurut Zohary, tarbantin Atlantik, yang juga disebut pohon teil, terdapat di Negeb, Galilea Bawah, dan Lembah Dan. Hepper mengatakan bahwa pohon ini dahulu banyak terdapat di Gilead, dan batang serta kulit kayunya mungkin menjadi sumber damar harum (mastik) yang diekspor ke Mesir. Pohon ini adalah pohon tanah kering yang tumbuh di daerah perbatasan antara hutan hijau abadi dan padang stepa bersemak kerdil (perhatikan “Lembah Tarbantin” dalam ). Buah tarbantin Atlantik dipakai untuk mewarnai dan menyamak kulit binatang, tetapi dapat dimakan jika dipanggang. Buah ini sering dijual di pasar-pasar Arab, lebih besar daripada buah tarbantin Palestina, dan sangat berbeda dari kacang pistasio sejati, yang berasal dari luar Tanah Suci (lihat di bawah).
Tarbantin Palestina terdapat terutama di bukit-bukit berhutan, sering bersama pohon ek biasa. Buahnya yang kecil dan bulat dapat dimakan utuh, segar, atau dipanggang, dan mungkin buah inilah (boten) yang dibawa ke Mesir oleh anak-anak Yakub (), walaupun Zohary berpendapat bahwa buah itu bisa juga buah pohon pistasio sejati (Pistacia vera), yang dahulu dan sekarang banyak terdapat di Persia (kini Iran).
Tarbantin lentiskus adalah semak atau perdu yang tumbuh di perbukitan Gilead, dan mungkin merupakan sumber “balsam/damar” (tsori dalam bahasa Ibrani) yang dibawa orang Ismael dalam , dan yang dibawa anak-anak Yakub ke Mesir bersama buah pistasio dalam . Kenyataan bahwa semuanya menyebut Gilead dalam kaitan dengan damar tsori menunjukkan bahwa sumbernya adalah tumbuhan yang khas Palestina. Itulah sebabnya damar ini dapat dipakai untuk ditukar dengan barang-barang dari Mesir. Ayat-ayat dalam Yeremia agaknya mengacu pada salep yang dibuat dari damar tarbantin.
Lainnya dalam Pohon dan semak liar
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema


