Ular beludak
Hewan dalam Alkitab
Ular beludak berbeda dari ular lain terutama karena melahirkan anak. Ular betina menyimpan telur-telurnya dalam kantong khusus di dalam tubuhnya, dan ketika telur-telur itu menetas, ular-ular kecil keluar dari tubuh induknya. Ular beludak yang lebih besar dapat menghasilkan sampai enam puluh anak ular sekaligus, sedangkan ular beludak pasir yang lebih kecil menghasilkan anak lebih sedikit, sekitar dua belas sampai lima belas ekor. Inilah yang dimaksud Yohanes Pembaptis dengan ungkapannya yang terkenal, “keturunan ular beludak”.
Ular beludak memiliki taring panjang berengsel yang terletak di bagian depan mulutnya. Taring ini terlipat ke belakang ketika mulutnya tertutup. Ketika menyerang, ular beludak harus membuka mulutnya sangat lebar agar taringnya berada pada posisi yang diperlukan.
Ular beludak karpet (juga dikenal sebagai ular beludak sisik gergaji) sangat banyak terdapat di Israel pada zaman Alkitab, dan di kebanyakan daerah lain dalam wilayah persebarannya (ular ini terdapat dalam jalur lebar yang bersambung dari Afrika Barat sampai Asia Selatan dan Asia Tengah). Kemungkinan besar inilah saraf, nama yang berasal dari kata kerja finit yang berarti “membakar sesuatu”, mengacu kepada efek panas membakar dari gigitannya yang berbisa.
Ular ini terdapat dalam dua bentuk yang sedikit berbeda. Jenis yang paling umum di Israel dan Semenanjung Sinai adalah ular berwarna cokelat kemerahan dengan bagian bawah pucat. Ular ini memiliki sederet bercak pucat yang tersusun berpasangan berdampingan di sepanjang punggungnya. Bercak-bercak ini memberinya penyamaran yang sangat baik. Panjangnya mencapai sekitar 80 sentimeter (32 inci), dan kepalanya lebih kecil serta tubuhnya lebih ramping daripada kebanyakan ular beludak pada umumnya. Ular ini sangat mudah terusik dan cukup agresif. Ia terutama aktif pada siang hari, karena dapat tahan suhu yang lebih tinggi daripada banyak ular lain. Ia hidup di daerah gurun dan padang rumput serta memakan jerboa, tikus, dan tikus tanah. Bisanya, seperti bisa kebanyakan ular beludak, sangat beracun, menyerang pembuluh darah maupun sel-sel darah, tetapi, seperti bisa kebanyakan ular beludak lain, bereaksi lambat.
Ular beludak karpet bergerak seperti ular lain di permukaan yang keras, tetapi di pasir ia bergerak menyamping.
Ular beludak bertanduk adalah salah satu dari dua ular beludak pasir yang umum di Israel dan Semenanjung Sinai. Seperti tersirat dari nama spesiesnya, ular-ular beludak ini hidup di pasir. Sisik-sisiknya tersusun sedemikian rupa sehingga dengan gerakan-gerakan kecil ke samping mereka dapat membenamkan diri di pasir, hanya mata dan lubang hidungnya yang tampak. Dengan cara inilah mereka menunggu mangsanya, terutama jerboa dan binatang pengerat kecil lain. Ketika pasir menjadi terlalu panas, mereka membenamkan diri lebih dalam lagi, atau pindah ke bawah naungan batu.
Ular beludak bertanduk memiliki sebuah sisik yang luar biasa panjang di atas setiap matanya, yaitu “tanduk”-nya. Warnanya cokelat muda berbintik-bintik dan ia bergerak menyamping. Kepalanya lebar dan panjangnya mencapai sekitar 75 sentimeter (30 inci).
Ular beludak pasir mirip kebiasaannya dengan ular beludak bertanduk, tetapi sedikit lebih kecil, panjangnya sekitar 35 sentimeter (14 inci) di Israel. Ular ini tampak cukup gempal, dengan leher dan ekor yang kecil tetapi tubuh yang tebal. Warnanya seragam, kuning pasir pucat.
Ular beludak Palestina jauh lebih besar daripada ular-ular beludak lain di Timur Tengah. Panjangnya mencapai sekitar 1,25 meter (4 kaki), dan tebalnya dapat mencapai 100 milimeter (4 inci). Coraknya indah, warna dasarnya cokelat muda, dengan garis zig-zag cokelat tua berpinggiran pucat di tengah punggungnya. Ia juga memiliki bercak-bercak cokelat tua berpinggiran pucat di kedua sisi garis zig-zag itu. Kepalanya bergaris-garis.
Ular ini memakan tikus, kodok, dan katak, dan sering dijumpai dekat tempat tinggal manusia. Ia hidup di bawah batu atau di antara tumbuh-tumbuhan. Seperti telah disebutkan di atas, ular inilah yang paling banyak menggigit orang dibandingkan ular lain. Kemungkinan besar ular inilah yang dimaksud dengan kata Yunani echidna.
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
אֶפְעֶה ’ef‘eh · 3 ayat
שָׂרָף saraf · 5 ayat
שְׁפִיפֹן shefifon · 1 ayat
ἔχιδνα, ἔχις echidna, echis · 6 ayat
Maknanya
Dalam Alkitab ular beludak pada dasarnya memiliki makna yang sama dengan ular lain (lihat di atas), dengan satu ciri tambahan. Karena anak-anaknya dikandung hidup-hidup di dalam tubuh induknya, yang kemudian melahirkan banyak anak yang sudah berkembang baik sekaligus, ular beludak dikaitkan dengan kesuburan. Inilah juga maknanya dalam sistem agama Mesir dan Kanaan.
Lebih lanjut
Di Israel terdapat banyak sekali spesies ular yang tergolong famili ular beludak. Dari konteksnya, di satu dua tempat dapat dikenali spesies tertentu, dan mungkin saja berbagai kata Ibrani itu memang menunjuk kepada spesies-spesies tertentu. Namun, mengaitkan berbagai kata itu dengan spesies yang bersesuaian sebagian besar masih berupa dugaan, walaupun didasarkan pada penalaran yang cermat.
Ular beludak yang paling umum di Israel adalah ular beludak Palestina Vipera palaestina, ular beludak karpet Echis coloratus, ular beludak pasir Cerastes vipera, dan ular beludak bertanduk Cerastes cerastes. Ular beludak Palestina adalah yang terbesar di antaranya dan terdapat di berbagai habitat, dari hutan di utara sampai tepi gurun. Karena daerah ini paling banyak dihuni manusia, ular inilah yang paling banyak menggigit orang dibandingkan ular lain. Ketiga ular beludak lain yang disebutkan terdapat di daerah gurun, tetapi dalam habitat yang sedikit berbeda. Ular beludak pasir dan ular beludak bertanduk hidup di pasir, sedangkan ular beludak karpet hidup di daerah berkerikil dan di antara bebatuan. Ular ini sering menyamarkan diri di antara daun-daun kering.
Ketika bergerak di pasir, ular beludak gurun tidak dapat bergerak dengan cara biasa, sehingga mereka memakai cara bergerak yang disebut “sidewinding” (bergerak menyamping). Caranya, ular itu menggerakkan satu lilitan tubuhnya ke samping sampai ke posisi di depan kepalanya, lalu menggerakkan kepala dan bagian depan tubuhnya di udara, melengkung di atas pasir sejauh yang dapat dijangkaunya sebelum jatuh kembali ke pasir. Kemudian gerakan itu diulanginya lagi. Hal ini dilakukan dengan cukup cepat, dan ular itu bergerak menyerong melintasi pasir dengan kecepatan yang mengejutkan, walaupun tidak secepat ular lain yang bergerak dengan cara biasa. Jejak-jejak sejajar berbentuk S memanjang yang ditinggalkannya di pasir tampak seperti hasil serangkaian lompatan, karena jejak-jejak itu tampak tidak bersambung. Umumnya diterima bahwa gerakan inilah yang membuat para penulis Alkitab menyebut ular-ular ini “terbang”.
Lainnya dalam Ular dan kadal
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema
