Benda

Hiraks, pelanduk

Hewan dalam Alkitab

Hiraks hanya terdapat di Timur Tengah dan Afrika. Besarnya seperti kelinci kecil, tetapi hanya sampai di situ persamaannya. Hiraks unik dalam banyak hal. Telinganya kecil dan bundar, ekornya tidak kelihatan, dan kakinya pendek. Rupanya agak mirip marmut raksasa atau tikus tebu, tetapi sebenarnya bukan binatang pengerat. Hiraks hidup terutama dari daun-daunan dan herba. Struktur rahang, gigi, dan kakinya serta ukuran nenek moyang prasejarahnya menghubungkannya dengan badak dan gajah.

Dua gigi depan atasnya berkembang menjadi taring kecil, yang kadang-kadang menyembul dari sisi mulutnya. Hiraks memiliki empat jari pada kaki depannya dan tiga pada kaki belakangnya. Jari-jari ini tidak bercakar, tetapi masing-masing memiliki kuku kecil yang mirip kuku binatang berkuku. Telapak kakinya selalu lembap karena dilumasi oleh kelenjar khusus. Hal ini memungkinkannya berlari menaiki dinding batu yang hampir tegak lurus dan memanjat pohon dengan mudah. Di tengah punggungnya ada kelenjar besar lain yang ditutupi sepetak bulu berbentuk lonjong dengan warna yang berbeda. Bulu-bulu ini dapat ditegakkan sebagai tanda bahaya.

Untuk mamalia sekecil itu, masa bunting hiraks sangat panjang, yaitu tujuh bulan. Hiraks hidup dalam kelompok keluarga yang cukup besar, dan karena tidak dapat mengatur suhu tubuhnya dengan berkeringat, mereka berkerumun di rongga-rongga di bawah batu bila cuaca dingin, dan berbaring dengan tubuh terentang di tempat yang berangin di bawah naungan batu atau pohon bila cuaca panas. Karena itu mereka hanya aktif dan kelihatan bila suhunya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Hiraks cukup banyak bersuara; mereka berkomunikasi dengan berbagai dengusan, pekikan tanda bahaya yang mirip siulan, dan gonggongan untuk menandai wilayah.

Hiraks batu Siria berwarna abu-abu kecokelatan muda dengan bercak kekuningan di punggungnya. Sekarang hiraks mudah dilihat di wadi-wadi Gurun Yudea dan di banyak bagian Galilea. Hiraks juga terdapat di Sinai, Jazirah Arab, Siria, dan Libanon.

Dalam dan hiraks dikatakan “memamah biak”. Hal ini secara faktual tidak tepat, tetapi hiraks sering tampak seolah-olah mengunyah tanpa henti. Alasan hiraks dinyatakan “haram” semata-mata bersifat keagamaan. Sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan, hiraks tidak lebih membahayakan kesehatan daripada, misalnya, kambing atau domba. Bahkan hiraks banyak menghabiskan waktu untuk membersihkan dirinya.

Gambar

Hiraks
Hiraks© Chris 73, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Dalam Alkitab

Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai

שָׁפָן shafan · 4 ayat

Maknanya

Selain dipandang sebagai binatang yang “haram”, ada satu makna lain yang dikaitkan dengan hiraks. Karena hampir tidak berdaya dan mudah dimangsa burung elang, macan tutul, dan manusia, hiraks dalam melambangkan perpaduan antara ketidakberdayaan dan hikmat. Hiraks tidak berdaya, tetapi cukup bijak untuk mencari perlindungan di bukit-bukit batu, yang pada gilirannya melambangkan kestabilan perlindungan Allah yang kekal.

Lebih lanjut

Coney: Kata bahasa Inggris abad ketujuh belas “coney” pada masa itu adalah kata yang umum untuk kelinci liang, sedangkan “rabbit” pada masa itu hanya dipakai untuk anak kelinci. Dalam bahasa Inggris yang lebih kemudian, “rabbit” mulai dipakai juga untuk kelinci dewasa. “Coney” kemudian tidak dipakai lagi kecuali di kalangan pedagang kulit bulu. Akan tetapi, sudah pasti bahwa kata Ibrani shafan tidak berarti “kelinci”, sehingga terjemahan KJV “coney” keliru. Pada abad kesembilan belas para pembaca Alkitab, yang mungkin tidak tahu pasti apa itu “coney”, mulai menyamakan “coney” dengan hiraks Siria, mungkin karena mendengar para pengkhotbah menggambarkan binatang itu. Bagi para pembaca ini, “coney” lalu memperoleh arti baru yang tidak dimilikinya di tempat lain. Karena itu, pemakaian “coney” dalam NIV sudah kuno dan juga keliru.

Badger (luak): Dua jenis luak hidup di tanah Israel. Yang lebih umum adalah Meles meles, dan yang kedua adalah ratel atau Luak Madu Mellivora capensis. Ratel memakan apa saja, mulai dari mamalia kecil sampai kadal, serangga, siput, buah, madu, dan setiap binatang atau burung yang mati. Akan tetapi, binatang yang disebut dalam dan hanya memakan tumbuh-tumbuhan, dan dalam dan binatang itu dikaitkan dengan bukit batu sebagai habitat alaminya. Karena itu Shafan tidak mungkin luak atau ratel. Jadi, versi-versi yang memakai “badger” (luak) juga keliru.

Rock badger (luak batu): Nama “rock badger” diliputi misteri. Tidak ada binatang yang dikenal luas dengan sebutan “rock badger” sebelum terbitnya terjemahan Leksikon Ibrani Gesenius oleh Brown, Driver, dan Briggs pada tahun 1906. Dalam leksikon ini, rupanya untuk pertama kalinya, “rock badger” muncul sebagai terjemahan kata Ibrani shafan. Tidak jelas mengapa mereka menciptakan kata baru ini dan bukan memakai “rock rabbit” (kelinci batu) yang lebih umum, tetapi mungkin hal itu akibat penerjemahan istilah bahasa Belanda Tanjung klip dassie (“luak batu kecil”) yang terlalu harfiah. Akan tetapi, sejak itu “rock badger” dipakai oleh kebanyakan penerjemah bahasa Inggris. Namun, baik “coney” maupun “rock badger” bukan hanya pada dasarnya tidak bermakna bagi kebanyakan pembaca, tetapi juga keliru.

Binatang yang dimaksud dengan kata Ibrani shafan tidak diragukan lagi adalah Hiraks Batu Siria Procavia capensis syriaca. Identifikasi ini pertama kali dibuat oleh Kanon Tristram pada tahun 1867 dan sejak itu telah berkali-kali dipastikan. Binatang ini sangat umum di Timur Tengah dan Afrika, hanya memakan tumbuh-tumbuhan, dan hidup di antara bukit-bukit batu.

Di Afrika bagian selatan dan timur, subspesies lain dari Hiraks Procavia capensis dan Hiraks Berbintik Kuning Heterohyrax brucei kadang-kadang disebut “rock rabbit” (kelinci batu), tetapi lebih sering disebut dengan nama Afrikaans “dassie”.

Lainnya dalam Mamalia

Sumber

Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema