Gajah
Hewan dalam Alkitab
Gajah adalah binatang darat terbesar di bumi; gajah jantan spesies India tingginya sekitar 3 meter (10 kaki) dan beratnya hampir 4.000 kilogram (8.800 pon). Spesies Afrika sekitar setengah meter (20 inci) lebih tinggi dan beratnya mencapai 6.000 kilogram (13.200 pon). Belalai gajah pada dasarnya adalah hidung yang memanjang, tetapi memiliki otot-otot yang membuatnya sangat berguna. Dengan belalainya gajah tidak hanya dapat mencium bau, tetapi juga dapat menarik dahan-dahan untuk dimakan, memetik buah beri dari semak, mengisap air untuk disemprotkan ke dalam mulutnya atau ke tubuhnya, dan memakainya sebagai senjata. Di kedua sisi belalainya, gajah jantan menumbuhkan gading panjang yang sering lebih dari 2 meter (6 kaki) panjangnya. Gading ini dipakai untuk menggali akar, mengelupas kulit pohon, dan mengangkat batang kayu. Gading-gading inilah bahan ivori. Gajah mempunyai telinga yang lebar, yang dipakainya untuk mengipasi dirinya.
Warnanya abu-abu gelap dan tidak memiliki mantel bulu. Tubuhnya tampak hampir tidak berbulu, tetapi sebenarnya tertutup bulu-bulu kaku. Gajah memakan tumbuh-tumbuhan seperti daun, akar, tunas, kulit kayu, dan buah.
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
ἐλέφας elephas · 16 ayat
ἐλεφαντάρχης elephantarchēs · 3 ayat
θηρίον thērion · 10 ayat
שֵׁן shēn · 10 ayat
שֶׁנְהַבִּים shenhabbîm · 2 ayat
Maknanya
Gajah adalah binatang yang paling besar dan paling kuat.
Lebih lanjut
Meskipun penyebutan gajah yang pertama secara pasti dalam Alkitab terdapat dalam kitab deuterokanonika berbahasa Yunani 1 Makabe, gading (secara harfiah “gigi”) sudah disebut pertama kali pada zaman Salomo. Pada masa itu sudah ada jalur perdagangan gading dari Sudan menyusuri Sungai Nil, dan melalui laut dari tempat yang sekarang bernama Djibouti di pesisir Laut Merah Afrika ke tempat yang sekarang bernama Eilat di Teluk Aqaba. Sebagian gading itu mungkin berasal dari gigi kuda nil, tetapi dua nas, dan , secara khusus menyebut gading gajah (secara harfiah “gigi gajah”). Gading mungkin sudah dikenal jauh lebih awal lagi, karena perhiasan dari sekitar tahun 2300 SM telah ditemukan di Palestina.
Gajah India Elephas maximus sudah sangat awal dijinakkan dan dilatih untuk perang, jauh sebelum milenium kedua SM. Ketika Aleksander Agung memperluas kekaisarannya sampai ke India pada abad keempat SM, ia memperoleh gajah-gajah perang untuk dimasukkan ke dalam pasukannya. Gagasan memakai gajah dalam perang kemudian menyebar ke Timur Tengah. Ada varietas gajah ini yang lebih kecil yang terdapat di Siria dan Mesopotamia. Pada abad ketiga SM gajah India jinak sudah didatangkan ke Mesir. Ptolemeus II dikabarkan memiliki sembilan puluh enam ekor gajah, empat ekor untuk setiap kereta, dan kemudian pada abad yang sama, ketika Ptolemeus IV mengalahkan raja Seleukid dari Siria, Antiokhus III, ia dikabarkan telah merampas gajah-gajah orang Siria. Akan tetapi, raja-raja Seleukid terus memakai gajah perang, dan raja berikutnya, Epifanes, menyerang Mesir dengan gajah. Ia dan putranya kemudian memakainya dalam peperangan mereka melawan orang Yahudi. Menurut 1 Makabe, setiap gajah, yang ditunggangi tiga puluh dua prajurit selain pawangnya yang orang India, maju ke medan perang di depan seribu prajurit Siria dan lima ratus orang berkuda. Salah seorang saudara Makabe berhasil membunuh gajah yang terbesar dengan menyusup ke bawahnya dan menikamnya, tetapi ia sendiri tewas ketika gajah itu rebah menimpanya. Pada masa kemudian, mungkin karena gajah India sulit diperoleh, Gajah Afrika Loxodonta africana dijinakkan untuk dipakai dalam perang. Mata uang logam menunjukkan bahwa gajah-gajah yang dipakai panglima Kartago Hannibal untuk menyeberangi Pegunungan Alpen adalah gajah Afrika, yang mungkin didatangkan dari Afrika Utara. Lihat juga 7.1 Behemot.
Elephas adalah kata yang paling sering dipakai dalam kitab-kitab deuterokanonika, meskipun elephantarchēs, yang berarti panglima pasukan gajah, dipakai dalam dan , dan thērion, yang berarti “monster”, dipakai dalam .
Lainnya dalam Mamalia
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema

