Konstruksi Kemah Suci
Benda buatan manusia dalam Alkitab
Lebih lanjut
Kompleks Kemah Suci terdiri atas dua bangunan utama. Ada dinding luar yang terbuat dari tiang dan tirai. Dinding ini menandai batas-batas pelataran. Jalan masuk ke pelataran melalui sebuah bukaan di sisi timur dinding luar itu. Kata Ibrani mishkan kadang-kadang dipakai untuk menunjuk seluruh kompleks itu. Namun, lebih sering kata itu berarti bangunan yang kedua, yaitu kemah besar yang berdiri di dalam kompleks berpagar itu. Untuk bangunan yang terakhir inilah kami memakai kata Kemah Suci di sini.
Pada dasarnya Kemah Suci adalah kemah yang dibentangkan di atas suatu kerangka. Kerangka itu terdiri atas serangkaian rangka tersendiri yang disambung satu sama lain. Setiap rangka dibuat dari lima potong kayu penaga. Dua tiang tegak yang panjang disambung di bagian atas, tengah, dan dekat bagian bawah dengan palang lintang atau anak tangga. Ujung tiang-tiang tegak itu menjulur ke bawah melewati anak tangga yang paling bawah. Kedua julurannya, yang secara teknis disebut purus, dimasukkan ke dalam lubang-lubang yang sesuai pada alas perak yang berat, yang sama lebarnya dengan rangka itu. Rangka-rangka yang berdiri di atas alasnya dipasang berdampingan sehingga membentuk dinding. Dinding rangka ini kemudian dikokohkan dengan memasukkan kayu lintang melalui tiga deret gelang yang terpasang pada rangka-rangka itu. Ada tiga dinding rangka seperti itu; sisi timur tidak berdinding, hanya merupakan pintu masuk dari tirai yang digantung pada tiang-tiang.
Bagian atas dan sisi-sisi Kemah Suci ditutup dengan empat lapis bahan yang berbeda. Lapisan dalam, yang tentu terlihat dari dalam di atas dan melalui celah-celah rangka, dibuat dari lenan bersulam (lihat Lenan dan Kain bersulam, sulaman). Lapisan ini dibentangkan di atas kerangka dari satu sisi ke sisi lain. Dengan demikian lapisan ini menjadi langit-langit dan menjulur ke bawah pada kedua sisi sampai kira-kira 50 sentimeter (20 inci) dari tanah. Di atas seluruh bangunan itu dibentangkan tiga lapisan yang dimaksudkan untuk melindungi rangka-rangka, tirai-tirai lenan, dan perkakas di dalam Kemah Suci. Walaupun lapisan-lapisan luar itu tidak dihiasi (kecuali satu yang dicelup merah) dan tentu tidak terlalu menarik, lapisan-lapisan itu dipilih karena kemampuannya melindungi dari hujan, bahkan hujan yang relatif sedikit yang turun di daerah Sinai. Karena keempat lapisan itu dibentangkan di atasnya, Kemah Suci beratap datar, tidak miring, sehingga tentu tampak seperti kotak. Lapisan-lapisan luar lebih panjang daripada lapisan lenan dan menjulur sampai ke tanah. Satu ujungnya dibiarkan terbuka sebagai pintu masuk.
Sejumlah benda untuk Kemah Suci dibuat menurut pola dasar yang sama. Misalnya, tudung bagian atas tempat kudus itu dibuat dari dua bagian dan disambung dengan sistem kait dan gelang. Demikian pula tirai di depan Tempat Mahakudus digantung pada kait dengan gelang-gelang yang dijahitkan pada kainnya, dan cara yang sama dipakai untuk menggantung tirai-tirai yang membentuk batas luar pelataran serta tirai yang menutup pintu masuk ke Tempat Kudus. Semua tirai ini ditopang dengan cara dasar yang sama, yaitu dengan tiang-tiang kayu yang berdiri di atas alas logam yang berat. Setelah penerjemah menentukan kata-kata yang tepat untuk gelang, kait, tiang, alas, dan tirai, kata-kata yang sama hendaknya dipakai di seluruh teks.
Beberapa benda di dalam Kemah Suci dibuat dari kayu penaga (shitah dalam bahasa Ibrani).
Bahkan dalam bahasa-bahasa yang tidak mengalami kesulitan khusus dalam menerjemahkan bagian-bagian Kemah Suci satu per satu, sebaiknya disertakan semacam ilustrasi atau diagram.
Dalam kategori ini
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema