Benda

Ketumbar

Tumbuhan dalam Alkitab

Tinggi tanaman ketumbar sekitar 60 sentimeter (2 kaki); daun-daunnya yang di atas terbagi halus dan yang di bawah lebar, bunganya kecil-kecil berwarna putih atau kemerahan, dan baunya tajam. Bijinya berminyak, cokelat atau kelabu, dan kira-kira sebesar kacang kapri kecil. Daun dan bijinya dipakai dalam masakan pada zaman kuno, dan sampai sekarang masih dipakai untuk sup dan salad. Minyak harum dari bijinya kadang-kadang dipakai dalam pembuatan minyak wangi dan obat.

Gambar

Semak ketumbar
Semak ketumbar© Niepokój Zbigniew, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
Biji ketumbar
Biji ketumbar© Sanjay Acharya, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Dalam Alkitab

Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai

גַּד gad · 2 ayat

Maknanya

Seperti dibahas di atas, ketumbar dipakai untuk menggambarkan rupa manna. Sayangnya kita tidak tahu apakah titik perbandingannya adalah warna, bentuk, ukuran, atau teksturnya. Ketumbar umum di Israel dan Mesir, dan terus sampai ke Irak dan India. Daunnya dipakai sebagai bumbu makanan dan juga dalam minyak wangi. Tetapi semua itu tidak relevan jika titik perbandingannya berkaitan dengan bijinya.

Lebih lanjut

Menurut , makanan ajaib yang disebut “manna” yang diberikan Allah kepada bangsa Israel yang mengembara di padang gurun “warnanya putih seperti ketumbar.” Ketumbar Coriandrum sativum memang tumbuh di Mesir dan di Tanah Suci. Akan tetapi, bijinya tidak begitu putih, melainkan lebih cokelat atau kelabu, dan mengatakan kepada kita bahwa rupanya seperti damar bedolah, yang hampir tidak kita ketahui apa-apa dengan pasti tentangnya. Selain itu, Septuaginta memakai kata Yunani korion, yang bukan ketumbar. Nama Arab gidda, kata serumpun dari kata Ibrani gad, mengacu pada tanaman lain, yaitu apsintus. Lebih rumit lagi, menggambarkan manna “seperti sisik,” sedangkan biji ketumbar berbentuk bulat atau bulat telur.

Mengingat kesulitan-kesulitan ini, Zohary meragukan apakah kata gad benar-benar mengacu pada tanaman yang kini kita kenal sebagai ketumbar. Ia menduga bahwa para penerjemah awal, yang tidak tahu apa yang dimaksud dengan gad, mengambil kata Punik goid untuk ketumbar, lalu menghubungkan gad dengan ketumbar. Penulisnya akan sangat menolong kita seandainya ia mengatakan “seperti bunga ketumbar,” yang bisa berwarna putih, tetapi sayangnya teks itu menyebut “biji.” Mungkin seorang pencerita atau penyalin awal membuat kesalahan dalam meneruskan teks itu. Mungkinkah kata Ibrani perach (“bunga”) telah tergantikan oleh zera‘ (“biji”)?

Akan tetapi, mungkin saja biji ketumbar memang yang dimaksud, dan titik perbandingan antara manna dan biji ketumbar adalah ukurannya, yaitu bergaris tengah sekitar 4 milimeter (3/16 inci), sebesar butir merica (biji lada hitam). (Karena itu REB dan NAB memakai “seperti biji ketumbar, tetapi putih.”) Kemungkinan lain ialah bahwa penulisnya memikirkan cara biji-biji itu bergerombol, atau kekerasannya. Dalam kita diberi tahu bahwa bangsa itu menumbuk manna dalam lumpang dan menggilingnya dengan batu kilangan, yang menunjukkan adanya tingkat kekerasan tertentu.

Lainnya dalam Bumbu

Sumber

Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema