Benda

Burung tekukur, burung merpati

Hewan dalam Alkitab

Merpati batu berwarna biru keabu-abuan dengan kilau kemerahjambuan pada bulu lehernya. Ujung ekornya hitam. Bunyinya berupa erangan oom yang berulang-ulang (nama Ibrani yonah berkaitan dengan kata kerja yang berarti “mengerang”) atau dekut cepat coo-ROO-coo-coo, biasanya diulang dua atau tiga kali. Bunyi itu dikeluarkan dengan paruh tertutup, ke arah dadanya. Peragaan seksual burung jantan dimulai dengan kepakan sayap sambil terbang, lalu ketika mendarat di samping burung betina, ia mulai membungkuk dan berputar dengan dada mengembang dan ekor terbentang.

Merpati jenis ini hidup dalam koloni besar, dan ketika sekelompok merpati sedang terbang, mereka bermanuver sebagai satu kesatuan, sering kali melayang jarak pendek bersama-sama dengan sayap membentuk huruf V.

Burung tekukur adalah burung biru keabu-abuan yang lebih kecil dengan dada kemerahjambuan. Burung ini tiba di Israel pada bulan April, dan bunyinya yang berirama, yoo-ROO-coo, yoo-ROO-coo, yoo-ROO-coo, yang diulang selama dua atau tiga menit setiap kali pada hari-hari cerah, dapat terdengar di mana-mana.

Burung merpati adalah pemakan biji-bijian, dan kenyataan ini mungkin penting dalam kisah air bah. Burung gagak, pemakan bangkai, tidak kembali ke bahtera karena tersedia makanan. Burung merpati mula-mula kembali, dan ketika akhirnya tidak kembali lagi, hal ini menunjukkan bahwa sejenis biji-bijian sudah tersedia lagi baginya dan bumi sudah kering kembali.

Gambar

Burung tekukur dan anaknya
Burung tekukur dan anaknyaCC0, Pixabay
Burung merpati
Burung merpatiCC0, Pixabay

Dalam Alkitab

Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai

יוֹנָה yonah · 33 ayat
תּוֹר tor · 14 ayat
περιστερά peristera · 10 ayat
τρυγών trugōn · 1 ayat

Maknanya

Sebagai pemakan biji-bijian, burung merpati dan tekukur adalah burung yang tahir menurut hukum agama bagi orang Yahudi. Terbangnya yang cepat membuat burung ini menjadi lambang kecepatan dalam beberapa konteks Alkitab, terutama dalam Mazmur. Kenyataan bahwa burung-burung ini bercumbu, kawin, dan bersarang berulang-ulang sepanjang tahun menjadikannya lambang kasih sayang, seksualitas, dan kesuburan dalam kebudayaan Mesir kuno, Kanaan, dan Ibrani. Lambang ini penting dalam Kidung Agung.

Suatu kepercayaan yang sangat kuno bahwa burung merpati tidak mempunyai empedu dan karena itu tidak mempunyai amarah menjadikannya lambang damai dan kelembutan. (Kenyataannya, burung merpati dan tekukur itu agresif dan sering menyerang burung lain, terutama di sumber makanan.)

Nama yonah untuk burung merpati dan tekukur dikaitkan dengan erangan dan rintihan karena sakit atau dukacita. Sering kali inilah lambangnya dalam puisi para nabi.

Lebih lanjut

Pada abad kelima belas, kata bahasa Inggris “pigeon” berarti merpati muda, sedangkan kata “dove” dipakai khusus untuk burung dewasa. Dalam bahasa Inggris modern, kedua kata ini dipakai hampir bergantian. Pada umumnya, “pigeon” dipakai untuk bentuk peliharaan burung-burung ini dan untuk jenis liar yang lebih besar, sedangkan “dove” dipakai terutama untuk jenis-jenis liar. Akan tetapi, ada banyak pengecualian terhadap aturan umum ini. Misalnya, kandang yang dibangun untuk merpati peliharaan disebut “dovecotes”, dan pai yang dibuat dari merpati liar disebut “pigeon pies”.

Burung merpati dan burung tekukur sama-sama termasuk dalam satu famili burung yang secara ilmiah dikenal sebagai Columbidae, yang terdiri atas lebih dari dua ratus spesies. Di Israel dan Timur Tengah terdapat Columbidae sejati, yang mudah dibedakan dari genus Streptopelia, yaitu burung tekukur.

Yang paling umum di antara Columbidae sejati di Timur Tengah sudah pasti adalah merpati batu Asia Columba livia. Burung ini pertama kali dijinakkan sekitar tahun 4500 SM di Mesopotamia. Pada tahun 2500 SM burung ini sudah dipelihara sebagai burung peliharaan di Mesir, dan pada tahun 1200 SM ada bukti bahwa kemampuannya untuk pulang ke kandang sudah dikenal luas. Burung inilah nenek moyang merpati pos peliharaan yang dipelihara orang; beberapa di antaranya lepas, kembali ke alam liar, dan kini menghuni jalan-jalan kota di seluruh dunia. Langkan gedung-gedung modern menjadi pengganti yang baik bagi langkan batu yang semula menjadi tempatnya bersarang. Kemungkinan orang Kanaan dan orang Israel juga memelihara burung ini, baik untuk makanan maupun untuk korban. Burung inilah yang disebut yonah dalam Alkitab Ibrani dan peristera dalam Perjanjian Baru berbahasa Yunani.

Ada juga tiga jenis burung tekukur yang terdapat di tanah Israel; dua di antaranya adalah spesies penghuni tetap, dan yang ketiga adalah migran yang datang pada musim semi dan melewatkan musim panas di Israel. Migran ini, yaitu tekukur sejati Streptopelia turtur, dan salah satu spesies yang kini menjadi penghuni tetap, yaitu tekukur berkalung Streptopelia decaocto, adalah burung yang oleh para penulis Alkitab disebut tor dalam bahasa Ibrani dan trugōn dalam bahasa Yunani. (Nama Ibrani maupun Yunani itu didasarkan pada bunyi yang dibuat burung tekukur.)

Dalam bahasa Ibrani Alkitab, kata gozal umumnya mengacu kepada anak burung dari spesies mana pun. Dalam kata itu jelas mengacu secara khusus kepada anak burung merpati. Anak-anak merpati batu dikumpulkan dari langkan-langkan batu. Burung merpati dan tekukur dipelihara dalam sangkar dan kandang merpati, dan yang liar ditangkap dengan jaring. Hal ini memungkinkan orang Yahudi memiliki persediaan burung yang siap untuk keperluan korban.

Lainnya dalam Burung

Sumber

Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema