Burung unta
Hewan dalam Alkitab
Burung unta Struthio camelus adalah burung terbesar yang masih hidup di bumi. Burung ini tidak dapat terbang karena sayapnya tidak berkembang sempurna. Lehernya panjang, kakinya panjang, dan tingginya sekitar 2 meter (6 kaki). Kepala dan lehernya hampir gundul, hanya ditutupi bulu-bulu kaku yang pendek. Tubuh burung jantan berwarna hitam dengan bulu panjang berwarna putih pada sayapnya. Ekornya putih, kelabu, atau cokelat muda. Burung betina berwarna cokelat keabu-abuan yang merata.
Burung unta terutama memakan biji-bijian, buah yang jatuh, dan tunas, dan sesekali dapat memakan kadal atau katak. Burung ini juga memungut dan menelan kerikil kecil untuk membantu pencernaannya. Burung unta hidup dalam kawanan kecil yang terdiri atas sekitar dua puluh ekor, empat atau lima di antaranya jantan. Kebiasaan bersarangnya sangat luar biasa. Sarangnya hanyalah sebuah cekungan besar yang dangkal, yang digaruk di pasir. Sampai sepuluh ekor betina dapat bertelur di satu sarang. Namun, hanya satu betina dan satu jantan yang mengerami telur-telur itu: betina berada di sarang pada siang hari, dan jantan menggantikannya menjelang sore. Hal ini mungkin karena burung jantan yang hitam lebih tersamar pada malam hari. Karena burung unta berbiak sepanjang tahun, sering kali ada tiga atau empat sarang yang ditempati oleh satu kawanan.
Pada siang hari, betina yang sedang mengeram akan meninggalkan sarang untuk mencari makan. Bila ada bahaya mengancam, ia juga akan meninggalkan telur-telurnya dan berusaha memancing binatang atau manusia yang mengancam itu menjauh dari sarang. Karena telur-telur itu tetap hangat di pasir yang panas, betina itu dapat lama berada jauh dari sarang. Begitu anak-anaknya menetas, mereka mengikuti betina yang mengeraminya untuk beberapa waktu, tetapi betina-betina yang mempunyai anak akan saling berkelahi sampai semua anak dalam kawanan itu diambil alih oleh satu betina yang dominan. Pada tanda bahaya sekecil apa pun, anak-anak burung itu berbaring tak bergerak di bawah semak, sementara sang “induk” berusaha memancing bahaya itu menjauh.
Burung unta jantan mengeluarkan serangkaian bunyi dengung yang dalam, yang dapat terdengar dari jarak yang sangat jauh dan sering dikira auman singa. (Fauna and Flora of the Bible menyesatkan dalam pernyataannya bahwa burung unta mengeluarkan “seruan keluhan yang parau” pada malam hari.)
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
יָעֵן ya‘en · 1 ayat
רְנָנִים renanim · 1 ayat
Maknanya
Meskipun hanya ada dua rujukan yang pasti tentang burung unta di dalam Alkitab, keduanya menyebut kekejaman burung ini yang tidak berperasaan. Hal ini mungkin mengacu pada kenyataan bahwa a) kebanyakan betina bertelur lalu tidak lagi menaruh perhatian pada telurnya dan menyerahkannya kepada betina lain untuk dierami, b) betina yang mengeram dapat meninggalkan sarang untuk waktu yang lama, dan c) anak-anak yang sudah menetas diserahkan kepada satu betina untuk diasuh, tanpa memandang betina mana yang bertelur atau mengeraminya. Secara keseluruhan, hal ini tampaknya bertentangan dengan segala “naluri keibuan yang alami”.
Lebih lanjut
Kedua kata ini mengacu pada burung unta, dan beberapa ahli berpendapat bahwa sebenarnya keduanya adalah bentuk tunggal dan jamak dari kata yang sama, yang ditulis sedikit berbeda akibat kesalahan ejaan oleh seorang penyalin. Dalam tulisan Ibrani kuno kedua kata itu sangat mirip.
Kata renanim mungkin berkaitan dengan akar kata kerja yang berarti “berseru dengan nyaring”, yang mengacu pada bunyi dengung burung unta jantan yang bergema.
Lainnya dalam Burung
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema
