Elang laut
Hewan dalam Alkitab
Elang laut Pandion haliaetus adalah burung mirip rajawali yang memakan ikan. Kepala, dada, dan perutnya putih, sedangkan punggung dan sayapnya cokelat tua. Ada garis gelap dari pangkal paruh melalui mata sampai ke belakang leher, dan garis samar di dadanya. Ketika terbang, burung ini tampak terutama putih dengan ujung sayap cokelat tua. Pita-pita cokelat samar terlihat pada bulu terbang dan ekornya.
Burung ini terdapat di pesisir laut dan di dekat danau serta sungai besar. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan bertengger di tiang, batang kayu, atau batu di dekat air, dan sewaktu-waktu ia berburu dengan terbang perlahan di atas air. Bila melihat ikan, ia melayang diam sebentar, lalu menukik dengan sayap terangkat hampir tegak. Sering kali ia menyelam sampai ke bawah permukaan air, lalu muncul kembali, mengibaskan sayapnya, dan terbang membawa ikan dalam cengkeraman cakarnya. Di Afrika mangsanya sering dirampas ketika ia sedang terbang oleh elang ikan Afrika yang lebih besar dan lebih cepat.
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
עָזְנִיָּה ‘ozniyah · 2 ayat
שָׁלָךְ shalak · 2 ayat
Maknanya
Burung ini termasuk dalam daftar burung haram.
Lebih lanjut
Arti kata ‘ozniyah juga sangat diragukan. Artinya pada dasarnya disimpulkan dari letaknya dalam daftar burung haram, dan hal ini membuat sejenis burung nasar lebih mungkin daripada elang laut. Karena burung nasar hitam Aegypius monachus sedikit lebih kecil daripada burung nasar bergelambir tetapi sedikit lebih besar daripada ering janggut, burung inilah yang tampaknya paling mungkin. Kata itu mungkin mewakili sekelompok rajawali dan elang buteo yang sebesar burung itu. Dalam bahasa Ibrani modern ‘ozniyah adalah nama untuk burung nasar bergelambir dan burung nasar hitam. Lihat pembahasan utama di 3.8 Rajawali, burung nasar
Walaupun terjemahan shalak sebagai burung pecuk (cormorant) mempunyai tradisi sejak abad ketujuh belas, terjemahan ini selalu sangat diragukan. Salah satu alasannya, akar kata Ibrani shalak berarti “melempar atau melontarkan”, yang menunjukkan bahwa burung yang bernama demikian “melemparkan” dirinya ke bawah ke arah mangsanya, sesuatu yang tidak dilakukan burung pecuk. Burung pecuk berenang rendah di permukaan air dan menyelam ke dalam air untuk memburu mangsanya.
Hal inilah yang membuat mendiang G. R. Driver mengusulkan terjemahan “fisher owl” (burung hantu pemakan ikan), dan usul ini diikuti oleh NEB dan REB. Namun, usul ini pun mengandung masalah. Burung hantu pemakan ikan, atau lebih tepatnya ketupa cokelat Ketupa zeylonensis, kemungkinan besar tidak dikenal luas; kebiasaannya menangkap ikan hanya dapat dilihat oleh nelayan pada malam terang bulan, itu pun sangat jarang.
Dalam bahasa Ibrani modern shalak adalah nama yang diberikan untuk elang laut Pandion haliaetus, sejenis elang pemakan ikan yang terjun ke dalam air dari ketinggian dan menangkap ikan dengan cakarnya. Beberapa ahli Israel juga berpendapat bahwa kata itu mungkin nama kuno untuk cekakak Smirna Halcyon smyrnensis atau angsa-batu Sula bassana, yang keduanya menukik dari ketinggian ke arah mangsanya, yang ditangkap di dalam air dengan paruhnya.
Karena identifikasi burung ini sangat diragukan, terjemahan “elang laut” (osprey) tampaknya mempunyai dasar yang sama kuatnya, bahkan mungkin lebih kuat, daripada “burung pecuk”. Lihat juga 3.4 Burung pecuk (dendang air).
Lainnya dalam Burung
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema
