1 Petrus · Pelajaran 2
Pengharapan Keselamatan
Latar
Para pembaca surat Petrus adalah orang-orang pendatang (). Sebagai pendatang di tanah asing, mereka mengalami berbagai- bagai pencobaan (). Surat Petrus kepada mereka penuh dengan dorongan. Ia membuka suratnya dengan meyakinkan mereka atas identitas mereka sebagai orang-orang pilihan dan akan keselamatan agung yang telah mereka terima.
Tahukah Anda?
1. Rasul (): artinya “utusan”
2. Tersebar (“Dispersion” – NKJV ): Penyebaran bangsa Yahudi ke antara bangsa-bangsa lain setelah pembuangan ke Babel.
Garis besar
- Salam
- Syukur kepada Allah karena Keselamatan
- Sukacita dan Pengharapan dalam Pencobaan
- Nubuat Keselamatan
Pertanyaan
· Salam
Bagaimanakah Petrus menyebut jemaat?
Apa yang dikatakan Petrus mengenai pilihan Allah dalam kaitannya dengan hal-hal berikut ini? Jelaskan tiap maknanya secara singkat.
a. Allah Bapa
b. Roh
c. Yesus Kristus
· Syukur kepada Allah karena Keselamatan
Jelaskanlah arti “telah melahirkan kita kembali … kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” (3).
Bagaimanakah kelahiran kembali ini dimungkinkan?
Apa yang dikatakan mengenai apa yang kita harapkan akan kita terima namun belum kita terima?
Mengapa Petrus menekankan sudut pandang masa depan dalam hal keselamatan di ayat-ayat ini?
Sisi keselamatan apakah yang akan ditunjukkan di akhir zaman?
mengatakan bahwa kita dipelihara dalam kekuatan Allah. Dari apakah kita dipelihara?
Apakah peran kita dalam kaitannya dengan pemeliharaan Allah?
Bagaimanakah menantikan keselamatan yang telah disediakan Allah bagi kita dapat membantu dalam perjalanan orang Kristen?
· Sukacita dan Pengharapan dalam Pencobaan
Bagaimanakah pencobaan yang kita jumpai dapat menunjukkan kemurnian iman kita?
Menurut Petrus, apa yang dapat membuat kita bersukacita?
Dalam hidup Anda, apakah Anda merasakan sukacita yang tidak terungkapkan dan penuh kemuliaan? Jika tidak, bagaimanakah Anda dapat memperoleh sukacita ini?
Apa wujud nyata iman kita dalam Kristus?
Apa yang dihasilkan dengan iman yang demikian?
· Nubuat Keselamatan
Apakah yang kita miliki saat ini, yang diteliti dan dicari oleh nabi-nabi di masa lalu?
Apa pengajaran alinea ini?