Benda

Kuma-kuma (kunyit)

Tumbuhan dalam Alkitab

Tanaman krokus memiliki daun panjang meruncing seperti rumput yang tumbuh dari umbi mirip bawang di dalam tanah. Tingginya kurang dari 13 sentimeter (5 inci), dan bunganya indah berwarna kemerahan atau ungu.

Gambar

Krokus kuma-kuma
Krokus kuma-kuma© Dixi from Polish Wikipedia, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Dalam Alkitab

Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai

כַּרְכֹּם karkom · 1 ayat

Maknanya

Pada zaman Alkitab kuma-kuma digunakan sebagai wewangian dan obat, tetapi saat ini kuma-kuma terutama dikenal sebagai bahan pewarna kain dan makanan. Salah satu alasan mahalnya kuma-kuma adalah bahwa dibutuhkan sekitar enam ratus bunga untuk menghasilkan beberapa tetes minyak.

Lebih lanjut

Para ahli rujukan kami sepakat mengidentifikasi kata Ibrani karkom sebagai kuma-kuma Crocus sativus, tetapi ada pihak lain yang mengidentifikasinya sebagai tanaman India, yaitu kunyit Curcuma longa, berdasarkan nama Arabnya, kurkum atau kurkam. Akan tetapi, menurut Moldenke, kata Arab kurkum mengacu pada tanamannya, sedangkan hasil yang diperoleh darinya disebut saferan, asal kata bahasa Inggris “saffron” (bandingkan kata Arab asfar, yang berarti “kuning”). Kuma-kuma kini dikenal luas sebagai bahan tambahan makanan dan pewarna, tetapi pada zaman Alkitab kuma-kuma juga dianggap sebagai wewangian dan obat. Kuma-kuma berasal dari bunga krokus yang berwarna ungu kemerahan, yang tumbuh di seluruh Asia Kecil pada zaman Alkitab. Sejak itu tanaman ini dibudidayakan secara luas di Eropa, Inggris, dan Amerika. Kata bahasa Inggris “crocus” berasal dari kata Ibrani karkom melalui kata Yunani krokos.

Catatan arkeologis menunjukkan bahwa kuma-kuma dibudidayakan pada abad ketujuh SM di Asyur dan kemudian di Kreta (Zaman Perunggu). Cat berbahan dasar kuma-kuma telah ditemukan pada gambar-gambar berusia empat ribu tahun di wilayah yang kini menjadi Irak. Bangsa Sumeria menggunakan kuma-kuma untuk obat dan ramuan sihir serta memperdagangkannya dengan kerajaan-kerajaan lain. Perdagangan internasional mencapai puncaknya pada masa bangsa Minoa pada milenium kedua SM. Penggunaan kuma-kuma menyebar ke Asia melalui bangsa Persia dan/atau para penyerbu Mongol, dan saat ini para biksu Buddha di India mengenakan jubah berwarna kuma-kuma. Para pedagang di Timur Tengah menjual kesumba (Carthamus tinctorius) yang dikeringkan sebagai saferan, tetapi kuma-kuma yang asli hanya berasal dari bunga krokus. Kuma-kuma palsu itu dengan tepat disebut alazor bastardo dalam bahasa Spanyol dan safran batard dalam bahasa Prancis.

Lainnya dalam Salep dan balsam (tanaman obat)

Sumber

Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema