Pohon korma
Tumbuhan dalam Alkitab
Pohon korma biasanya tumbuh hingga setinggi 10–20 meter (33–66 kaki) dan memiliki serumpun daun yang sangat besar di puncaknya. Setiap tahun daun-daun yang tua layu dan terkulai, dan orang yang memiliki pohon korma memotong pelepah-pelepah yang tua itu. Gugusan daun muda yang tersusun rapat disebut lulav dalam bahasa Ibrani. Pohon korma mulai berbuah pada umur sekitar lima sampai delapan tahun. Buahnya yang manis, sedikit lebih kecil daripada ibu jari manusia, tumbuh dalam tandan-tandan yang besar. Di dalam buahnya yang lunak terdapat biji yang sangat keras, panjangnya sekitar 2,5 sentimeter (1 inci). Pohon korma ada yang jantan dan ada yang betina, dan ada tempat-tempat yang hanya ditumbuhi pohon dari satu jenis kelamin sehingga tidak terlihat buah, karena tidak terjadi penyerbukan. Para petani lebih suka memperbanyaknya dengan membudidayakan tunas-tunas yang tumbuh di pangkal pohon daripada dari biji, karena biji akan menghasilkan terlalu banyak pohon jantan. Buahnya muncul pada pohon betina pada musim panas (Juni–Agustus).
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
Pohon
תָּמָר tamar · 12 ayat
תֹּמֶר tomer · 1 ayat
תִּמֹרָה timorah · 16 ayat
φοῖνιξ phoinix · 6 ayat
Pelepah
כִּפָּה kipah · 3 ayat
βαΐνη bainē · 1 ayat
βάϊον baion · 2 ayat
Maknanya
Dalam (7) kita menemukan pohon korma dipakai sebagai lambang keanggunan dan keelokan. Dalam dikatakan bahwa orang benar akan bertunas seperti pohon korma, tetapi mengatakan bahwa orang fasik akan layu seperti pelepah korma yang kering. Pohon korma adalah salah satu dari empat jenis tumbuhan istimewa yang disebut dalam dalam kaitan dengan Hari Raya Pondok Daun. Tamar adalah nama Ibrani yang populer, yang disebut dalam beberapa kitab Alkitab (misalnya ). Dalam pelepah korma adalah lambang damai, tetapi dalam pelepah korma adalah lambang kemenangan (demikian juga ; ; ).
Lebih lanjut
Lebih dari empat puluh jenis pohon korma (Phoenix dactylifera) terdapat di negeri-negeri tropis yang kering, mulai dari Kepulauan Kanari, melintasi Afrika, sampai ke India. Pohon korma mungkin berasal dari Timur Tengah (Zohary dan Hopf), tempat pohon ini masih banyak terdapat. Dalam kita membaca bahwa pelepah pohon korma harus dipakai untuk Hari Raya Pondok Daun, dan dalam orang banyak menyambut Yesus dengan daun pohon korma. Dalam hal yang kedua ini ada pertanyaan yang wajar tentang dari mana mereka mendapat daun-daun itu, karena Yerusalem terlalu tinggi dan dingin untuk pohon korma. Namun, pertanyaan yang sama dapat diajukan tentang pohon korma nabiah Debora (), yang terletak antara Rama dan Betel, hampir tidak lebih rendah daripada Yerusalem. Yerikho dikenal sebagai “kota pohon korma” (temarim dalam bahasa Ibrani - ). Buah korma dimakan segar atau dikeringkan lalu ditekan menjadi “kue,” dan kadang-kadang dibuat menjadi minuman. Mungkin saja dalam kata Ibrani devash, yang biasanya kita pahami sebagai “madu,” mengacu pada sirup yang dibuat dari buah korma. Daunnya dahulu dan sekarang dipakai untuk tikar, keranjang, pagar, dan atap. Pohon korma sekarang dibudidayakan secara intensif di lembah Yordan dan lembah Araba, di sekitar Laut Mati, dan di dataran pantai Israel. Kata “date” (korma) masuk ke dalam bahasa Inggris dari bahasa Latin dactylus melalui bahasa Prancis Kuno datil. Bahasa Latin mendapatkannya dari bahasa Yunani daktylos, yang berarti “jari.”
Lainnya dalam Pohon dan semak budidaya
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema


