1 Tesalonika · Pelajaran 4

Kerinduan dan Sukacita

Pelajari di pembaca
Ayat kunci
Kata kunciberniatditentukanimankasihkemuliaankesusahanmahkota kemegahanmenasihatkanmenguatkanmenguatkan hatimu supaya tak bercacat dan kuduspengharapanrindusekarang kami hidup kembalisiang malam kami berdoa sungguh-sungguhsukacitasungguh-sungguhteguh berdiri di dalam TuhanterhiburTerpisahtidak dapat tahan lagitidak jauh di hatiucapan syukurwaktu kedatangan-Nya

Latar

Pelayanan Paulus di Tesalonika berakhir tiba-tiba ketika orang- orang Yahudi yang tidak percaya menghasut penduduk kota untuk menentang para pemberita injil. Karena penolakan yang hebat ini, saudara-saudara seiman segera mengutus Paulus dan Silas pergi di malam hari (). Karena gereja di Tesalonika masih belia, Paulus sangat kuatir pada jemaat dan ingin segera kembali kepada mereka. Dalam bagian ayat ini, ia menyebutkan hasratnya untuk bertemu dengan jemaat dan sukacitanya yang meluap ketika mendengar kabar baik tentang mereka.

Tahukah Anda?

  1. “Terpisah” () secara harfiah berarti “yatim piatu”.
  2. “Mahkota kemegahan” (): “Bukan mahkota kerajaan, tetapi sebuah mahkota untaian bunga yang digunakan pada acara festival atau sebagai hadiah perlombaan Yunani.” 1
  3. “Kedatangan” (; ): “Di sini digunakan kata kerja parousia, yang dalam catatan tambahan Yunani kadang-kadang berarti sebuah kunjungan dari seorang penguasa ke suatu tempat. Parousia berasal dari dua kata: “akan” dan “sekarang”, dan mungkin menunjukkan suatu waktu kedatangan yang mengawali suatu kunjungan, atau dapat juga menunjukkan menumpang menginap yang diawali dengan kedatangan.” 2
  4. “Tinggal seorang diri di Atena. Lalu kami mengirim Timotius” (): Karena penganiayaan di Berea, jemaat di sana mengutus Paulus ke Atena sementara Silas dan Timotius tetap berada di sana (). Setelah Silas dan Timotius bertemu kembali dengan Paulus di Atena, Paulus mengutus Timotius ke Tesalonika untuk menguatkan gereja di sana.
  5. “Menguatkan” (): “Dalam literatur Yunani klasik, kata ini biasanya digunakan dalam maksud harfiahnya yaitu memasang dinding penopang pada sebuah bangunan. Di Perjanjian Baru biasanya digunakan secara kiasan seperti di sini.” 3
  6. “Aku” (): “Paulus menggunakan kata ganti Yunani yang empati (digunakan juga hanya di ayat ) untuk mengungkapkan perhatiannya yang mendalam.” 4
  7. “Sungguh-sungguh” (): “Kata gabungan Yunani yang kuat dan tidak umum ( juga ditemukan hanya di PB ayat ; ) yang menunjukkan kerinduan Paulus yang mendalam.” 5

Garis besar

  • Pemisahan
  • Mengutus Timotius untuk Menguatkan Jemaat yang Menderita
  • Damai Sejahtera dan Ucapan Syukur
  • Doa Pertemuan

Pertanyaan

Tentang seluruh pelajaran

1

Bagaimanakah alinea terakhir () berhubungan dengan alinea pertama? ()

PengamatanPenafsiran
2a

Apakah kesan pada bagian ayat ini?

Pengamatan
2b

Catatlah kata-kata kuat yang mendukung kesan ini.

Pengamatan

· Pemisahan

1

Menurut Paulus, apakah satu hal yang tidak dapat diambil oleh perpisahannya dari jemaat? Mengapa?

PengamatanPenafsiran
2a

Apakah yang dimaksud Paulus saat ia berkata bahwa jemaat adalah pengharapan, sukacita, dan mahkota kemegahannya?

Penafsiran
2b

Apakah pengharapan dan sukacita Anda dalam hidup? Bagaimanakah perbandingannya dengan Paulus?

Penerapan

· Mengutus Timotius untuk Menguatkan Jemaat yang Menderita

3

Mengapa Paulus ingin menemui jemaat Tesalonika?

Pengamatan
4

Apakah misi Timotius?

Pengamatan
5

Bagaimanakah seharusnya kita mengasihi saudara seiman yang sedang menderita? Mengapa kasih ini sangat penting?

Penerapan
6

Mengapa Paulus berulang kali mengingatkan jemaat bahwa mereka telah ditentukan untuk mengalami penderitaan?

Penafsiran
7

Cobaan seperti apa yang dipikirkan Paulus di ?

Penafsiran
8

“Kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia”. Hal ini mengingatkan apa dalam pelayanan kita?

Penerapan

· Damai Sejahtera dan Ucapan Syukur

9a

Kabar baik apakah yang dibawa Timotius kepada Paulus?

Pengamatan
9b

Bagaimanakah reaksi Paulus?

Pengamatan
10

Apakah maksud Paulus dengan “Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan”?

Penafsiran
11a

Apakah yang disyukuri Paulus kepada Tuhan dalam doanya?

Pengamatan
11b

Dalam hal pelayanan kita, pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari ucapan syukur Paulus?

Penerapan
12a

Apakah yang ia minta kepada Tuhan dalam doanya?

Pengamatan
12b

Bagaimanakah sikap doanya?

Pengamatan
13

Apakah yang ia maksud dengan “menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu”?

Penafsiran

· Doa Pertemuan

14

Apakah permohonan dan doa Paulus dalam alinea ini?

Pengamatan
15

Apakah yang dapat Anda pelajari dari doa Paulus tentang pekerjaan Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita?

PenafsiranPenerapan
16

Pemikiran Akhir: Dengan pelajaran-pelajaran yang telah Anda dapat dari bagian ini, bagaimanakah Anda dapat melayani saudara- saudari seiman yang Anda kenal dan jauh dari Anda?

Penerapan

Sumber

  1. Kenneth Barker. The NIV Study Bible–10th Anniversary Edition, ed. Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1995, pp. 1824.
  2. The Expositor’s Bible Commentary, vol. 11, vol. 8, ed. Frank E. Gaebelein. Grand Rapids: The Zondervan Corporation, 1981, pp. 262.
  3. Kenneth Barker. The NIV Study Bible–10th Anniversary Edition, ed. Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1995, pp. 1824.
  4. Kenneth Barker. The NIV Study Bible–10th Anniversary Edition, ed. Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1995, pp. 1825.
  5. Kenneth Barker. The NIV Study Bible–10th Anniversary Edition, ed. Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1995, pp. 1825.