1 Korintus · Pelajaran 17
Kebangkitan (2), Kata-kata Terakhir
Latar
Dalam pelajaran ini, kita meneruskan pembahasan pembelaan Paulus pada kebangkitan orang mati. Di bagian pertama pembahasan ini, Paulus mengingatkan jemaat bagaimana doktrin kebangkitan adalah bagian penting dalam Injil keselamatan. Setelah membela kebenaran kebangkitan dengan gigih, sekarang Paulus menjawab pertanyaan bagaimana kebangkitan dapat dimungkinkan. Pasal terakhir dalam surat ini memuat perintah pada orang-orang kudus, rencana perjalanan Paulus, memberikan keterangan tentang beberapa orang, dan salam-salam penutup.
Tahukah Anda?
Orang-orang kudus (): Salah satu bagian dari pelayanan Paulus adalah mengumpulkan sumbangan materi dari gereja- gereja di luar Yudea dan mengirimkan bantuan ini kepada jemaat di Yerusalem yang membutuhkan (Ref. ; ; ; ).
Garis besar
- Kebangkitan
- Tubuh yang dibangkitkan
- Penjelasan peristiwa kebangkitan
- Nasihat sehubungan dengan kebangkitan
- Kata-kata penutup
- Pengumpulan uang untuk orang-orang kudus
- Rencana perjalanan Paulus
- Dukungan bagi Timotius
- Tentang Apolos
- Nasihat-nasihat
- Tentang Stefanus dan lainnya
- Salam-salam penutup
Pertanyaan
· Tubuh yang dibangkitkan
Dari pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab Paulus, menurut Anda apakah yang mendasari penolakan pada kebangkitan?
Kiasan-kiasan apakah yang digunakan Paulus untuk menjelaskan bagaimana kebangkitan dimungkinkan?
Perubahan seperti apakah yang akan terjadi ketika orang mati dibangkitkan kembali?
Apakah tujuan Paulus dengan membandingkan Adam dengan Kristus?
· Penjelasan peristiwa kebangkitan
Mengapa tubuh kita harus berubah di waktu kebangkitan?
Bagaimanakah kebangkitan menjadi sebuah kemenangan?
· Nasihat sehubungan dengan kebangkitan
Bagaimanakah iman dalam kebangkitan mendorong Anda untuk mengikuti nasihat Paulus kepada jemaat Korintus?
· Kata-kata penutup
Mengapa perintah Paulus kepada jemaat untuk menyisihkan bantuan setiap hari pertama dalam satu minggu tidak mendukung perubahan Hari Sabat ke Hari Minggu?
Apakah cara-cara yang baik untuk ditempuh gereja untuk membantu jemaat yang berkekurangan secara materiy?
Dalam keadaan apakah nasihat di sangat membantu?
Bagaimanakah nasihat di mendukung nasihat di ?
Mengapa kita harus tunduk pada orang-orang yang berjerih lelah dalam Tuhan?