Ukupan dan salep
Tumbuhan dalam Alkitab
Lebih lanjut
Alkitab memuat banyak sekali rujukan yang membingungkan tentang bahan-bahan yang dipakai untuk ukupan, minyak urapan, minyak wangi, dan obat. Banyak tanaman memang dipakai baik untuk ukupan maupun untuk obat. Barang-barang yang harum merupakan unsur penting kehidupan di Timur Tengah pada zaman Alkitab, sebagaimana terlihat dari kenyataan bahwa orang-orang Ismael dalam membawa “damar, balsam dan damar ladan” ke Mesir, dan Yakub mengirim barang-barang yang sama melalui anak-anaknya sebagai persembahan kepada Yusuf (). Kayu teja dan kalamus disebut sebagai barang dagangan dari Siria dalam , dan menceritakan bahwa raja-raja yang berilmu membawa kemenyan dan mur dari Timur ke Yerusalem. Masih ada lagi yang lain yang disebut dalam . Dalam Allah memerintahkan Musa untuk mengambil rempah-rempah pilihan dan membuat minyak urapan untuk mengurapi para imam. Ukupan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ibadah, baik ibadah kafir maupun ibadah Yahudi. Rempah-rempah juga dipakai untuk merempahi jenazah, sebagaimana kita ketahui dari kisah penguburan Yesus.
Rempah-rempah berasal dari berbagai sumber. Sebagian berupa gumpalan getah yang mengeras (getah, damar) dari semak-semak; sebagian lagi berupa daun atau bunga tanaman yang dikeringkan; ada pula yang berasal dari kayu atau akar pohon. Keenam belas tanaman yang dibahas di sini kami bagi menjadi dua kelompok: 1) ukupan dan minyak wangi, dan 2) balsam dan salep. Sejumlah bahan—empedu, henbane, hemlok beracun, ipuh, dan buah dudaim—tidak sepenuhnya cocok dalam kelompok-kelompok ini. Bahan-bahan itu akan kami bahas dalam Bab 5.
Sebelum membahas berbagai spesies itu, marilah kita sejenak membahas beberapa masalah umum, pertama dalam bahasa Inggris, lalu dalam bahasa-bahasa Alkitab. Kata Inggris “spice” terutama merujuk pada bahan-bahan yang memberi rasa pada makanan, seperti kayu manis atau lada. Namun, bila kita berbicara tentang “spice trade” (perdagangan rempah-rempah), biasanya kita juga mencakup segala macam bahan lain yang dapat dipakai untuk obat, minyak wangi, dan ukupan.
Kata Inggris “balm” dapat merujuk pada “berbagai bahan damar yang harum yang dipakai untuk menyembuhkan dan menenangkan” (New Oxford American Dictionary). Namun, kata ini juga dipakai secara lebih khusus untuk minyak obat yang berasal dari berbagai pohon tropis, terutama dari genus Commiphora. Salah satunya adalah balsam atau opobalsam Commiphora gileadensis, yang namanya disingkat menjadi “balm.”
Berkaitan dengan hal di atas, dalam banyak bahasa sebuah pohon dapat memiliki nama yang berbeda dari bahan yang dihasilkannya. Misalnya, “mastik” berasal dari pohon lentisk dan “ladanum” berasal dari mawar batu. “Stakte” berasal dari beberapa jenis pohon, dan “storaks” berasal dari sweetgum Timur. Stakte dan storaks sering dipakai secara bergantian, demikian pula storaks dan styrax oleh sebagian penulis, walaupun dalam buku ini kami membedakan keduanya.
Mengenai istilah-istilah umum dalam bahasa Ibrani, dalam Allah memerintahkan Musa untuk mengambil “rempah-rempah” (bosem) pilihan untuk membuat minyak urapan. Zohary (halaman 198) menjelaskan bahwa kata Ibrani bosem pada mulanya adalah nama sejenis semak tertentu (Commiphora gileadensis), tetapi kemudian merujuk pada semua spesies dari genus Commiphora beserta hasilnya. Apakah bosem dalam bagian ini merujuk pada bahan kering atau cair? Durham lebih condong pada bahan kering dengan alasan bahwa takarannya dinyatakan dalam berat, bukan dalam isi. Namun, bisa juga bahan itu berupa campuran dari bahan-bahan kering yang ditumbuk halus dan dicampurkan ke dalam bahan-bahan cair serta minyak. Kebanyakan terjemahan bahasa Inggris dari bagian ini menerjemahkan bosem sebagai istilah umum yang mencakup empat bahan khusus yang disebut sesudahnya: mor deror (“mur cair”), qinnemon besem (“kayu manis yang harum”), qeneh bosem (“tebu yang harum”), dan qiddah (“kayu teja”). Dalam menerjemahkan bagian ini, dianjurkan memakai kata atau frasa umum seperti “rempah-rempah yang harum” untuk bosem. Bosem dan kata-kata turunannya (basam, besem) muncul sedikitnya tiga puluh kali dalam Alkitab.
Kata Ibrani umum lain yang berkaitan dan dapat menimbulkan kesulitan bagi penerjemah adalah sam dalam , ketika Musa diberi resep ukupan. Terjemahan-terjemahan bahasa Inggris memakai berbagai ungkapan untuk sam dalam ayat ini; misalnya, “rempah-rempah manis” (RSV, GNB), “rempah-rempah harum” (NIV, REB), “bahan-bahan aromatik” (NAB), “tumbuh-tumbuhan” (NJPSV), dan “rempah-rempah mahal” (CEV). Kata umum untuk rempah-rempah ini mengantar keempat bahan yang menjadi ramuan ukupan yang dibakar di Kemah Suci, yaitu nataf (“stakte”), shecheleth (“onika”), chelbenah (“galbanum”), dan levonah (“kemenyan”), yang akan dibahas di bawah. Kata sam muncul enam belas kali dalam Perjanjian Lama.
Kata Ibrani tsori diterjemahkan “balm” dalam RSV, tetapi Zohary menganggapnya merujuk pada suatu tanaman tertentu, yaitu storaks Liquidambar orientalis, dan Moldenke menganggapnya balsam Mesir (lihat 4.2.3 Liquidambar (sweetgum Timur, storaks)).
Kata Ibrani bedolach menimbulkan masalah. Kata ini muncul dalam dan , dan RSV, NCV, GW, serta NJPSV mentransliterasikannya sebagai “bdellium.” Para ahli botani umumnya berpendapat bahwa kata Ibrani ini tidak merujuk pada hasil tanaman. Namun, cukup banyak terjemahan yang menerjemahkannya “damar” atau “minyak wangi” dengan satu atau lain kata keterangan (demikian GNB, CEV, NIV, NLT, REB). Septuaginta memakai kata Yunani anthrax, yaitu sejenis batu merah (misalnya, batu karbunkel). Mft menerjemahkannya “mutiara.” Mungkin cara yang paling aman adalah mentransliterasikan bedolach, dengan atau tanpa catatan kaki tentang kemungkinan-kemungkinan lain.
Kata-kata umum dalam bahasa Yunani untuk rempah-rempah antara lain arōma (; ; ; ; ) dan amōmon ().
Dalam kategori ini
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema