Gaharu (kayu gaharu, kayu aloe, lignaloes)
Tumbuhan dalam Alkitab
Pohon gaharu tinggi, mencapai 35–40 meter (115–132 kaki), dengan lingkar batang 4 meter (13 kaki). Kayunya harum, terutama bila terinfeksi sejenis jamur tertentu, yang dilawan oleh pohon itu dengan menghasilkan damar yang berbau harum.
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
אֲהָלִים ’ahalim · 2 ayat
אֲהָלוֹת ’ahaloth · 2 ayat
Maknanya
Selain rujukan yang tidak biasa dalam kitab Bilangan, semua rujukan tentang gaharu memasangkannya dengan mur, yang menegaskan fungsinya sebagai bahan harum yang dipakai dalam ukupan dan minyak wangi. Secara tradisional, pohon-pohon gaharu yang tua ditebang untuk mendapatkan kayu berdamar di bagian tengah batangnya. Kini, karena jumlah pohonnya sangat berkurang, orang-orang di Thailand, Bhutan, dan negara-negara Asia lainnya telah menemukan cara untuk merangsang pohon-pohon yang lebih muda agar menghasilkan damar itu. Selama berabad-abad damar ini sangat dihargai dalam upacara-upacara Buddha maupun Islam, dan juga dipakai untuk minyak wangi dan obat. Para pembalsam jenazah di Mesir kuno memakai gaharu bersama rempah-rempah lain. Orang Jepang memakainya bersama kayu cendana dalam upacara dupa mereka (koh-do).
Lebih lanjut
Zohary dengan yakin mengidentifikasi kata Ibrani ’ahaloth dalam sebagai gaharu Aquilaria agallocha, sejenis pohon yang berasal dari India utara. (Ia juga mengatakan bahwa pohon ini berasal dari Afrika Timur, tetapi tampaknya ini suatu kekeliruan.) Penulis Yunani kuno Dioskorides menyebut gaharu agallochon, sejenis kayu yang terdapat di India dan Arab. Pendapat ini didukung oleh Anderson serta para penafsir Snaith dan Budd. Hepper, yang umumnya meragukan klaim tentang perdagangan dengan Timur Jauh pada periode sejarah ini, meragukan identifikasi ini tetapi menerimanya karena tidak ada alternatif lain. Serpihan kayunya dijual di India dengan nama agar (Hepper, halaman 140) dan dibakar sebagai ukupan. Ekspedisi-ekspedisi seperti yang dilakukan Raja Salomo () mungkin telah membawa barang berharga ini dari India melalui tempat-tempat misterius seperti Tema () atau Dedan (), yang mungkin terletak di Jazirah Arab.
Dalam kata Ibrani ’ahalim tidak merujuk pada serpihan harum dari pohon gaharu, melainkan pada pohon-pohonnya sendiri. Dua baris terakhir ayat ini berbunyi: “sebagai pohon gaharu [’ahalim] yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.” Baris-baris yang sejajar ini menunjukkan pertumbuhan yang subur. Jika pohon gaharu sebenarnya hanya tumbuh di Timur Jauh, apa yang diketahui Bileam atau penulis kitab Bilangan tentang rupa pohon itu? Budd dan yang lain berpendapat bahwa dalam ayat ini berbagai unsur alam dipadukan dalam suatu gambaran eksotis tentang kemewahan dan keindahan. Mft menerjemahkan ’ahalim sebagai “pohon-pohon ek,” dengan anggapan bahwa yang dimaksud adalah spesies dari Timur Tengah. Moldenke menyetujui hal ini.
Pohon gaharu juga dikenal sebagai lignaloes atau kayu aloe, tetapi sama sekali tidak berhubungan dengan lidah buaya sejati Aloe vera yang berasal dari Timur Tengah, Madagaskar, dan Afrika bagian selatan (lihat 4.2.1 Lidah buaya (lidah buaya pahit)).
Lainnya dalam Pohon dan tanaman penghasil ukupan dan wewangian
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema


