Melon (blewah)
Tumbuhan dalam Alkitab
Tanaman melon berdaun bulat dan bersulur serta merambat di tanah seperti labu atau mentimun. Tanaman ini bersulur dan berbunga kuning yang berkembang menjadi buah bergaris tengah 10–40 sentimeter (4–16 inci). Buahnya menjadi kekuningan atau hijau muda ketika masak. Dalam bahasa Inggris melon ini disebut “muskmelon” karena bau khas buahnya yang masak. “Musk” adalah kata Persia untuk sejenis wewangian; “melon” adalah kata Prancis, dari kata Latin melopepo, yang berarti “melon berbentuk apel.” Bahasa Latin mengambil kata-kata yang serupa artinya dari bahasa Yunani.
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
קִשֻּׁאָה qishshu’ah · 1 ayat
מִקְשָׁה miqshah · 2 ayat
σικυήρατον sikuēraton · 0 ayat
Maknanya
Menurut , bangsa Israel yang mengembara teringat akan melon dan makanan sedap lainnya yang pernah mereka nikmati di Mesir, lalu bersungut-sungut kepada Musa. memakai kebun melon (sesudah panen) sebagai gambaran tentang keadaan ditinggalkan, terlantar, dan sunyi sepi.
Lebih lanjut
RSV menerjemahkan kata Ibrani qishshu’ah dan miqshah sebagai “mentimun.” Bertentangan dengan Moldenke dan ahli-ahli lain, Zohary dengan tegas berpendapat bahwa kata-kata ini mengacu pada melon (blewah) Cucumis melo, dan bahwa “mentimun kebun belum ada di Mesir pada zaman Alkitab” (halaman 86). Hepper sependapat, demikian pula The Interpreter’s Dictionary of the Bible. Yang membingungkan, salah satu jenis melon yang ramping dan melengkung disebut “mentimun ular.”
Melon yang dibudidayakan mula-mula terdapat di Persia (kini Iran) dan sekitarnya sebelum menyebar ke India utara, Kashmir, dan Afganistan. Walaupun bentuk Cucumis melo yang benar-benar liar belum ditemukan di wilayah-wilayah itu, beberapa spesies liar yang berkerabat telah dicatat.
Sebuah gambar persembahan yang disajikan pada suatu pemakaman di Mesir sekitar tahun 2400 SM memuat buah yang oleh sebagian ahli dianggap melon. Orang Yunani tampaknya sudah mengenal buah ini pada abad ketiga SM, dan pada abad pertama sesudah Kristus buah ini jelas digambarkan oleh filsuf Romawi Plinius, yang mengatakan bahwa buah ini merupakan sesuatu yang baru di Campania, Italia. Tabib Yunani Galenus, pada abad kedua Masehi, menulis tentang khasiat obatnya, dan para penulis Romawi abad ketiga memberikan petunjuk tentang cara menanamnya dan menyiapkannya dengan rempah-rempah untuk dimakan. Orang Tiongkok tampaknya belum mengenal melon sampai buah ini dibawa ke negeri mereka sekitar awal tarikh Masehi dari wilayah-wilayah di sebelah barat Himalaya.
Lainnya dalam Melon
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema

