Benda

Pohon murbei hitam

Tumbuhan dalam Alkitab

Pohon murbei hitam adalah pohon yang besar dan lebar (tinggi 6 meter [20 kaki]) yang menghasilkan bunga dan daun pada musim semi dan menggugurkan daunnya setiap tahun pada musim dingin. Tajuknya lebar dan rendah. Batangnya menjadi terpilin seiring bertambahnya umur dan dapat membusuk, lalu digantikan oleh batang lain dari akar yang sama. Orang menumpuk batu-batu untuk menopang cabang-cabang rendah pohon-pohon yang sudah tua. Daunnya kaku, kasar, dan berbulu. Bunganya diserbuki oleh angin, dan buahnya adalah buah beri hitam yang agak masam, kira-kira sebesar kacang mete yang besar. Di Eropa dan Amerika Utara orang memakai buah murbei terutama untuk membuat pai dan anggur. Spesies lain, murbei putih, buahnya keputihan.

Ukuran dan bentuk pohon murbei hitam mirip dengan pohon ara hutan (lihat 2.11 Pohon ara hutan). Bahkan para penerjemah Septuaginta menimbulkan kerancuan yang cukup besar dengan menerjemahkan kata Ibrani shiqmah menjadi sucaminos (; ; ; ; ; ; ). Kerancuan ini berlanjut dalam bahasa-bahasa seperti bahasa Jerman, yang menyebut pohon ara hutan sebagai “ara murbei.”

Gambar

Daun dan buah murbei
Daun dan buah murbei© Miloslav Bahna, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
Pohon murbei hitam
Pohon murbei hitamOtto Wilhelm Thomé, Public domain, via Wikimedia Commons

Dalam Alkitab

Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai

מְסֻכָּן mesukan · 1 ayat
μόρον moron · 1 ayat
συκάμινος sukaminos · 1 ayat

Maknanya

Rujukan Perjanjian Baru tentang pohon murbei dalam terdapat dalam perumpamaan Yesus tentang iman. Ia berkata: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara (sucaminos) ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

menceritakan bahwa para prajurit memperlihatkan sari buah murbei yang merah terang kepada gajah-gajah mereka untuk membangkitkan semangat gajah-gajah itu untuk bertempur.

Di Tiongkok kegunaan utama pohon murbei (suatu subspesies putih) adalah sebagai pakan sejenis ulat yang menghasilkan benang sutra. Benang-benang ini ditenun menjadi kain. Ada bukti bahwa pada abad-abad awal tarikh Kristen, pulau Kos di Laut Tengah dan kota Sidon di Fenisia memiliki industri yang memakai sejenis ngengat sutra setempat, yang memakan daun murbei hitam. Hepper (halaman 169) menduga bahwa sutra yang disebut dalam mungkin berasal dari cikal bakal industri-industri setempat ini.

Lebih lanjut

Semua rujukan tentang pohon murbei dalam Kitab Suci diperdebatkan. Namun, Zohary, berdasarkan kata-kata yang seakar dalam bahasa Sumeria (messikanu, sukannu), dengan yakin menghubungkan kata Ibrani mesukan dalam dengan pohon murbei, seperti yang dilakukan Thompson sebelumnya. Selain itu, mereka menganggap kata Yunani sucaminos dalam juga seakar dengan kata Sumeria sukannu. Seperti pohon apel, pohon delima, pohon ara, dan pohon pistasio, pohon murbei hitam Morus nigra mungkin dibawa masuk ke Tanah Suci dari salah satu negeri tetangga seperti Persia (kini Iran).

Lainnya dalam Pohon dan semak budidaya

Sumber

Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema