Pohon ara
Tumbuhan dalam Alkitab
Pohon ara budidaya tumbuh hingga setinggi sekitar 5–8 meter (17–26 kaki), bertajuk bulat, dan berakar sangat dalam dan membulat. Batangnya dapat mencapai tebal lebih dari 70 sentimeter (2 kaki). Pohon ara dapat mencapai umur beberapa puluh tahun jika dirawat dengan baik. Pohon ara biasanya diperbanyak dengan menanam stek. Penyerbukan bunganya adalah proses yang sangat rumit yang berkaitan erat dengan daur hidup sejenis tawon kecil, dan dengan kenyataan bahwa pohon ara, seperti pepaya dan pohon korma, ada yang jantan dan ada yang betina. (Sekarang ada beberapa jenis ara yang menghasilkan buah tanpa penyerbukan.) Buahnya kira-kira sebesar telur ayam dan dapat berwarna hijau, kuning, ungu, atau cokelat, tergantung jenisnya. Buahnya manis dan lunak serta sulit diangkut. Karena itu kebanyakan petani mengeringkan buahnya sebelum dikirim. Secara teknis, “buah” ara sebenarnya adalah bunga yang bentuknya aneh. Karena tidak melihat adanya bunga yang “sesungguhnya,” orang India kuno menyebutnya pohon yang tidak berbunga.
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
Pohon ara
תְּאֵנָה te’enah · 24 ayat
συκῆ sukē · 16 ayat
Buah ara
בִּכּוּרָה bikurah · buah ara sulung · 4 ayat
דְּבֵלָה develah · kue ara · 5 ayat
פַּג pag · buah ara sulung · 1 ayat
תְּאֵנָה te’enah · 12 ayat
ὄλυνθος olunthos · buah ara musim akhir · 1 ayat
σῦκον sukon · 4 ayat
Maknanya
Pohon ara biasa, bersama pohon anggur dan pohon zaitun, adalah salah satu dari tiga “pohon utama” bagi orang Yahudi. Alkitab menyebut pohon ara lebih dari 270 kali. Gambaran damai dan kebahagiaan di Israel adalah “masing-masing di bawah pohon anggur dan pohon aranya” ( [4.25])
Lebih lanjut
Dua jenis pohon ara disebut dalam Alkitab, yaitu ara biasa Ficus carica (bahasa Ibrani te’enah) dan ara hutan Ficus sycomorus (bahasa Ibrani shiqmah; lihat 2.11 Pohon ara hutan). Keduanya berkerabat dekat. Pohon ara biasa tumbuh bukan hanya di Israel, tetapi di seluruh dunia di daerah yang beriklim hangat. Di Tanah Suci pohon ini merupakan sumber makanan yang umum; buahnya dimakan segar maupun kering. Kadang-kadang buah yang kering ditekan menjadi “kue” atau bongkahan pipih (bahasa Ibrani develah). Namun, yang sama pentingnya, daun pohon ara yang lebar menjadikannya pohon peneduh yang sangat baik. Akan tetapi, pemakaian pohon ara yang pertama disebut dalam Alkitab () bukanlah untuk makanan atau peneduh, melainkan untuk pakaian; Adam dan Hawa menyemat daun pohon ara bagi diri mereka untuk menutupi ketelanjangan mereka.
Pohon ara mungkin mulai dibudidayakan di Turki barat laut dari varietas liar yang tumbuh di sana sekitar 5000 tahun yang lalu. Catatan-catatan Yunani, Romawi, dan Mesir menunjukkan bahwa buahnya digemari. Pohon ara sekarang ditanam terutama di Israel, Turki, Yunani, Italia, dan Portugal, juga di bagian-bagian Amerika Serikat yang hangat. Pohon ara berkerabat jauh dengan pohon murbei (Morus nigra), sukun (Artocarpus altilis), nangka (Artocarpus heterophyllus), dan murbei Tiongkok (Cudrania tricuspidata).
Pohon ara diyakini berasal dari Asia Barat dan disebarkan oleh manusia dan burung ke seluruh kawasan Laut Tengah. Sisa-sisa buah ara telah ditemukan dalam penggalian situs-situs yang berasal dari sekurang-kurangnya tahun 5000 SM.
Lainnya dalam Pohon dan semak budidaya
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema



