Delima
Tumbuhan dalam Alkitab
Delima adalah pohon kecil yang tumbuh hingga setinggi sekitar 3–5 meter (10–17 kaki), dengan daun yang sempit dan hijau tua serta banyak cabang berduri. Bunganya merah dan indah. Buahnya sedikit lebih kecil daripada jeruk manis dan berkulit keras, yang harus dibelah untuk mendapatkan kantong-kantong biji yang tersusun rapat di dalamnya, setiap biji terbungkus dalam kantong kecil berisi daging buah yang berair. Ujung buahnya memiliki bentuk khas seperti bunga. Kulitnya yang keras, yang berubah dari hijau menjadi merah ketika matang, dipakai sebagai bahan penyamak, untuk obat, dan untuk tinta. Bijinya kadang-kadang dibuat menjadi anggur. Pohon delima dapat hidup sampai dua ratus tahun.
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
רִמּוֹן rimmon · 25 ayat
ροΐσκος roiskos · 1 ayat
Maknanya
Delima adalah salah satu dari tujuh makanan “istimewa” yang disebut dalam yang akan ditemukan orang Israel di Kanaan. Buah ini adalah salah satu dari beberapa buah yang dibawa kembali ke perkemahan orang Israel oleh orang-orang yang mengintai Kanaan (). Dalam delima adalah nama tempat. Dalam pengantin perempuan raja dikatakan memiliki pelipis seperti belahan buah delima, mungkin mengacu pada warnanya yang merah. Ujung buah delima yang berbentuk bunga menjadikannya hiasan yang menarik, misalnya pada ujung gamis para imam ( ) dan pada tiang-tiang serta perabot Bait Allah (). Salah satu artefak paling awal yang kita miliki dari Bait Allah di Yerusalem adalah sebuah ukiran berbentuk buah delima yang dianggap sebagai kepala sebatang tongkat. Nabi Yoel menyebut delima sebagai salah satu dari lima spesies yang sedang mati karena kekeringan dan tulah belalang ().
Dalam tradisi Yahudi delima melambangkan kebenaran, karena dikatakan memiliki 613 biji, sesuai dengan 613 perintah dalam Taurat. Karena alasan ini dan alasan-alasan lain, banyak orang Yahudi makan buah delima pada Hari Raya Tahun Baru Yahudi (Rosh Hashanah). Tradisi Yahudi juga berpendapat bahwa kelopak buah delima yang runcing adalah “rancangan” asli mahkota raja.
Orang Babel percaya bahwa mengunyah biji delima sebelum bertempur membuat mereka tak terkalahkan. Al-Qur’an menyebut delima tiga kali, dua kali sebagai contoh hal-hal baik yang diciptakan Allah, dan sekali sebagai buah yang terdapat di Taman Firdaus.
Lebih lanjut
Delima Punica granatum telah ditanam sejak zaman kuno di seluruh Timur Tengah sampai ke Iran dan ke India utara. Delima dibudidayakan secara luas di seluruh India dan di bagian-bagian Asia Tenggara yang lebih kering, Malaya, Hindia Timur, dan Afrika tropis. Delima sekarang terdapat di seluruh bagian Eropa selatan yang hangat dan di seluruh Afrika Utara dan Asia sampai ke Nepal. Gambar-gambar buah delima telah ditemukan di kuil Firaun di Karnak, Mesir, yang berasal dari sekitar tahun 1480 SM. Dalam bahasa Latin klasik nama spesiesnya adalah malum punium (apel Puni) atau malum granatum (apel berbiji). Hal ini memengaruhi nama umum delima dalam banyak bahasa (misalnya bahasa Jerman Granatapfel, “apel berbiji”). Kata Inggris “pomegranate” sendiri berasal dari bahasa Latin pomum (buah, apel) melalui bahasa Prancis Kuno (bandingkan pomme dalam bahasa Prancis). Kata Arab rummân masuk ke dalam beberapa bahasa lain, termasuk bahasa Portugis romã.
Lainnya dalam Pohon dan semak budidaya
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema


