Behemot (kuda Nil)
Hewan dalam Alkitab
Gambar
Dalam Alkitab
Kata Ibrani dan Yunani untuknya, dan setiap ayat tempat masing-masing dipakai
בְּהֵמוֹת behemoth · 1 ayat
Lebih lanjut
Dalam konteks lain kata Ibrani behemah merujuk secara umum kepada binatang besar apa pun dan secara khusus kepada ternak (lihat Bab 1 Binatang, umum), tetapi dalam (yang kata Ibraninya berbentuk jamak) binatang itu digambarkan, dan gambaran ini menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah satu jenis binatang tertentu. Pada dasarnya ada tiga kemungkinan tafsiran:
a) Monster mitos yang melambangkan kuasa-kuasa jahat. Tulisan-tulisan para rabi yang kemudian menyebut monster ini, yang dikatakan terlibat dalam pertarungan yang menentukan dengan monster lain, yaitu Lewiatan. Dalam beberapa tulisan itu dikatakan bahwa daging yang akan dimakan pada Perjamuan Agung Abraham pada akhir zaman adalah daging Behemot. Monster ini dikaitkan dengan “binatang-binatang laut yang besar” yang disebut dalam .
b) Kuda Nil Hippopotamus amphibius. Pendapat ini diterima secara luas dan dicantumkan dalam catatan kaki berbagai versi bahasa Inggris. Kuda Nil tentu sudah dikenal baik di Mesir dan mungkin juga di sebagian Mesopotamia. Namun, gambaran dalam dalam banyak hal tidak cocok dengan kuda Nil:
Pertama, kekuatan dan otot-otot Behemot yang perkasa yang disebut dalam hampir tidak mungkin dikaitkan dengan kuda Nil, yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan merumput dengan tenang atau sekadar beristirahat di dalam air. (Rahang kuda Nil memang sangat kuat, dan kuda Nil jantan adalah binatang yang berbahaya, tetapi secara keseluruhan, bahkan pengamat yang cermat pun tidak akan terpukau oleh otot-otot dan kekuatannya.)
Kedua, ekor kuda Nil yang sangat kecil dan pendek tidak dapat diangkat dan hanya dipakai untuk menyebarkan kotoran ketika kuda Nil itu buang kotoran. Ekor itu hampir tidak mungkin diumpamakan dengan pohon aras seperti dikatakan dalam .
Akhirnya, dalam dikatakan bahwa Behemot diberi makan oleh rumput di gunung-gunung, tetapi kuda Nil biasanya makan di tepi sungai atau di sekitar dataran banjir dan lembah sungai, dan jarang sekali, kalau pernah, ditemukan di perbukitan, karena kakinya yang sangat pendek dan berat tubuhnya yang besar membuatnya sulit melangkahi batu-batu atau mendaki lereng yang curam. (JB, NEB, dan REB mengatasi masalah ini dengan menafsirkan ulang ayat 20 secara drastis, yang dalam bahasa Ibrani memang kurang jelas.)
c) Gajah. Baik gajah Afrika Loxodonta africana, yang hidup di lembah Nil di Mesir selatan, Sudan, dan Etiopia, maupun gajah India Elephas maximus, yang hidup di Mesopotamia utara, sudah dikenal pada zaman Perjanjian Lama. Gambaran Behemot lebih cocok dengan gajah daripada dengan kuda Nil. Kekuatannya yang besar sangat jelas. Ketika berlari, gajah juga menegakkan ekornya lurus-lurus. Namun, kata Ibrani yang diterjemahkan “ekor” dapat juga merujuk kepada belalai. Penyebutan “Di bawah tumbuhan teratai ia menderum, tersembunyi dalam gelagah dan paya” () dapat merujuk kepada kebiasaan gajah yang terkenal, yaitu mandi debu dan berkubang di lubang lumpur dan sungai.
Kadang-kadang dikemukakan bahwa rujukan tentang kebiasaan mendatangi sungai dan makan rumput tidak mungkin berlaku bagi gajah. Tetapi sebenarnya rumput di tepi sungai adalah makanan kesukaan gajah, dan gajah sering menghabiskan berjam-jam di sungai dan kubangan air. Lihat juga 2.14 Gajah.
Lainnya dalam Makhluk mitos
Sumber
Plants and Trees in the Bible, Animals in the Bible and Human-made Things in the Bible © United Bible Societies, 2025 (adapted from Each According to its Kind: Plants and Trees in the Bible by Robert Koops, All Creatures Great and Small: Living Things in the Bible by Edward R. Hope, and The Works of Their Hands: Man-made Things in the Bible by Ray Pritz), CC BY-SA 4.0; adapted for eRhema
